Liga 2

Sosok Fikron Apriyanto Stopper Asal Kecapi Jadi Pemain Inti Persijap Jepara, Salahudin: Dia Leader

Di akun pribadi instagramnya, Fikron Apriyanto menulis: "Tidak ada satupun membuat saya merasa sangat bangga, terkecuali membela tanah kelahiran"

(Dok. Persijap Jepara)
Fikron Apriyanto dalam sebuah laga ujicoba bersama Persijap Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Di akun pribadi instagramnya, Fikron Apriyanto menulis: "Tidak ada satupun membuat saya merasa sangat bangga, terkecuali membela tanah kelahiran sendiri."

Tulisan itu luapan kebanggaan Fikron menjadi penggawa Persijap di Liga 2 2022.

Pemain asal Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara itu kini mengisi lini pertahanan skuat Laskar Kalinyamat. Dia membuktikan kemampuannya menjadi pemain inti di Persijap.

Ia menjadi pilihan utama Pelatih Salahudin di lini stopper selama lima pertandingan ini.

Setiap pertandingan Salahudin selalu merombak susunan pemain, termasuk lini bertahan Persijap. Namun pelatih kelahiran Palembang itu tetap memainkan Fikron saat menerapkan formasi 4-3-3 atau 3-4-3.

Ketika memainkan empat pemain di lini belakang, Salahudin memasang Syafii, Fikron, Alan Sabilah, dan Andre Putra. 

Formasi ini  diterapkan Salahudin saat Persijap Jepara melawan PSCS Cilacap dan Pesekat Kabupaten Tegal.

Pada saat melawan Nusantara United, Salahudin masih menerapkan empat pemain belakang, namun posisi Andre digantikan Rafiud Drajat karena hukuman kartu merah.

Sementara dalam dua pertandingan terakhir, saat lawan Persipa Pati dan FC Bekasi City, posisi Syafii diganti Zahran, Alan diganti Handoyo Putra. Hanya Fikron yang belum tergantikan.

"Fikron memang satu leader di lini belakang kita. Setiap pertandingan dia (bermain) bagus," kata Salahudin.

Salahudin mengungkapkan pilihan pemain yang bermain sejak menit pertama bergantung kondisi pemain saat latihan. Dari hasil latihan itu, dia bisa menentukan siapa saja pemain yang menjadi sebelas pertama dan siapa yang masuk menjadi pengganti.

Sementara itu, Fikron mengaku bersyukur telah mendapat kepercayaan dari pelatih. Dia menyatakan tidak akan mensia-siakan kesempatan itu.

Menurutnya, kesempatan membela klub dari tanah kelahiran adalah kebahagian tersendiri.

"Tidak bisa diucapkan dengan kata-kata," kata alumnus SSB Mitra Tama, Senanan, itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved