Dongeng Anak Sebelum Tidur Cerita Rakyat Jaka Tarub dan 7 Bidadari dari Jawa Tengah

Dongeng Anak Sebelum Tidur Cerita Rakyat Jaka Tarub dan 7 Bidadari dari Jawa Tengah

Penulis: Inez | Editor: galih permadi
YouTube
Dongeng Anak Sebelum Tidur Cerita Rakyat Jaka Tarub dan 7 Bidadari dari Jawa Tengah 

Jaka Tarub bekerja di sawah, sedangkan Nawang Wulan mengurus rumah.

Bertahun-tahun hidup berkeluarga, ada satu hal yang membuat Jaka Tarub merasa heran.

Padi di lumbung tak pernah habis. Padahal, setiap hari padi dimasak.

Suatu pagi, ketika Jaka Tarub hendak pergi bekerja, ia bertanya kepada Nawang Wulan.

“Istriku, aku heran. Mengapa padi di lurnbung kita selalu banyak? Padahal, setiap hari kita memasaknya,” tanya Jaka Tarub.

Nawang Wulan tidak menjawab.

Ia hanya tersenyum.

Tentu saja Jaka Tarub menjadi semakin penasaran.

Pada suatu pagi yang cerah, Nawang Wulan hendak pergi ke sungai.

“Aku hendak mencuci baju. Jangan sekali kali membuka tudung masakanku,” pesan Nawang Wulan kepada Jaka Tarub.

Tapi, Jaka Tarub justru menjadi penasaran.

Begitu Nawang Wulan pergi ke sungai, diam-diam ia membuka tudung masakan istrinya, Jaka Tarub terkejut.

Hanya ada segenggam padi di dalamnya.

Pantas saja padi di lumbung tak kunjung habis.

Tak selang berapa lama, Nawang Wulan kembali.

Ia bergegas melihat nasi yang dimasaknya.

Nawang Wulan tak kalah terkejut, karena segenggam padi yang dimasaknya masih berwujud sama.

Ia pun menanyakan hal itu kepada Jaka Tarub.

“Iya, aku melihatnya. Aku minta maaf, karena tidak mendengarkan perintahmu,” ucap Jaka Tarub.

Nawang Wulan tak bisa berbuat apa-apa.

Sekarang, ia harus bekerja lebih giat karena kekuatan bidadarinya telah lenyap.

Berkat kekuatannya itulah, segenggam padi bisa menjadi nasi yang banyak dan padi di lumbung tak kunjung habis.

Berbulan-bulan berlalu.

Sekarang, padi di lumbung cepat sekali habis.

Saat Nawang Wulan mengambil padi untuk dimasak, ia menyentuh sesuatu di dasar lumbung.

Alangkah terkejutnya Nawang Wulan saat mendapati sesuatu yang ia ambil dari dasar lumbung adalah sebuah selendang.

“Bukankah ini selendangku?” ucap Nawang Wulan sambil meraba selendang itu.

Benar, itu adalah selendangnya.

Bersamaan dengan itu, Jaka Tarub datang.

Melihat Nawang Wulan telah menemukan selendangnya, Jaka Tarub meminta maaf kepada Nawang Wulan.

Tapi, Nawang Wulan sudah tak percaya kepada Jaka Tarub.

Nawang Wulan memakai selendangnya, lalu kembali ke kayangan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved