Berita Batang

Galian C Ilegal Diisukan Akan Beroperasi Lagi, Pj Sekda Batang Minta Pengusaha Harus Urus Surat Izin

Aktivitas penambangan galian C ilegal di Kabupaten Batang saat ini sudah tidak lagi beroperasi.

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
DINA INDRIANI
Pj Sekda Batang, Ari Yudianto 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Aktivitas penambangan galian C ilegal di Kabupaten Batang saat ini sudah tidak lagi beroperasi.

Namun, akhir-akhir ini mencuat isu bahwa beberapa penguasaha penambang galian c ilegal akan kembali melakukan penggalian.

Penjabat (Pj) Sekda Batang, Ari Yudianto menegaskan kepada para pengusaha penambang galian c ilegal untuk segera mengurus izin terlebih dahulu sebelum beroperasi kembali. 

"Segera lakukan oengurusan surat izin, dan sebelumnya para pengusaha penambang juga diharapkan segera melakukan reklamasi dilahan bekas galian c ilegal, maupun yang legal," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (27/9/2022).

Menurutnya, reklamasi menjadi tanggung jawab para pengusaha penambang galian agar tanah bisa berfungsi sesuai apa adanya dan subur kembali.

Pengusaha galian c di Kabupaten Batang diharapkan mengambil galian c sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). 

Berdasarkan Lerda No.13 Tahun 2019 tentang RTRW Kabupaten Batang Tahun 2019-2039 mengatur hanya ada enam wilayah kecamatan yang diperbolehkan secara terbatas dan bersyarat untuk kegiatan pertambangan batuan yaitu kecamatan Banyuputih, Gringsing, Limpung, Subah, Tersono, dan Tulis.

Di enam kecamatan itu juga tidak semua kawasan peruntukan boleh ditambang.

Adapun yang dibolehkan ditambang secara bersyarat dan terbatas itu kawasan peruntukan kawasan industri, perkebunan dan holtikultura yang sudah di atur di perda No 13/2019 tentang RTRW tahun 2019- 2039.

Ari Yudianto juga menyebutkan jumlah galian c di Kabupaten Batang cukup banyak, namun hanya ada lima yang mengantongi izin. 

Pendapatan asli daerah dari sektor pajak galian c juga belum bisa dioptimalkan, hal itu karena beberapa galian c tidak mengantongi izin.

“Kalau kitakan memungut pajak galian c itu yang berizin. Dan di Batang hanya ada di lima titik, karena sesuai dengan arahan aparat penegak hukum (APH) harus memungut pajak yang berizin," pungkasnya.(din)

Baca juga: Ibu-Ibu Muslimat NU Blora Diminta Ikut Awasi Penyaluran BLT di Desanya

Baca juga: Mengenang 4 Tahun Kematian Haringga Sirla Jelang Duel Persib Vs Persija, Korban Fanatisme Sepak Bola

Baca juga: Pembuatan Motor Listrik Purbalingga Dimulai, Tahap Pengerjaan Libatkan 25 Orang

Baca juga: 3 Weton Miliki Sifat Sombong Menurut Primbon Jawa

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved