Kabupaten Semarang

Dinkes Kabupaten Semarang Butuh Kebijakan Pendukung, Capaian Vaksinasi Booster Masih 35 Persen

Selama ini masih terdapat beberapa kendala yang ditemukan di lapangan terkait upaya menambah cakupan vaksinasi booster.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
aa.com.tr
ILUSTRASI vaksin Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Cakupan vaksinasi booster atau vaksin ketiga Covid-19 di Kabupaten Semarang, tercatat masih berada di bawah 35 persen.

Hal tersebut berdasarkan data Dinkes Kabupaten Semarang per 25 September 2022.

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Hidayat mengatakan, secara umum cakupan vaksinasi booster hingga 25 September 2022 masih berada di angka 253.501 atau 34,52 persen warga yang ber-KTP Kabupaten Semarang.

Baca juga: Books Boss Semarang Tawarkan Wisata Pengetahuan Lewat Buku Impor Bekas Berbahasa Inggris

Baca juga: Tour Hotel SMK Citra Bangsa Mandiri Purwokerto di Harris Hotel Semarang

Dia menerangkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mendorong dan melaksanakan berbagai strategi agar cakupan vaksinasi booster terus bertambah.

“Terutama untuk vaksinasi di masyarakat pedesaan,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (28/9/2022).

Sementara itu, Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Semarang, dr Satria Indra Kusuma mengungkapkan, animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi mengalami penurunan.

Hal itu berdasarkan dugaan kasus Covid-19 atau virus corona yang relatif menurun atau terbilang semakin terkendali sejak beberapa bulan terakhir.

Jumlah capaian vaksinasi tersebut bukan berarti sesuai dosis atau pelayanan vaksinasi yang dilakukan oleh Pemkab Semarang lantaran pelayanan vaksin juga disediakan bagi warga luar Kabupaten Semarang.

Baca juga: UPDATE Kasus Driver Ojol Dianiaya di Semarang, Polisi: Budi Sarwono Sekadar Saksi Bukan Tersangka

“Di luar warga yang ber-KTP di luar Kabupaten Semarang, kami juga melayani vaksinasi booster bagi warga non Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Sebagai informasi, untuk stok vaksin booster yang ada di Dinkes Kabupaten Semarang saat ini masih ada 2.556 dosis.

Hal tersebut menandakan bahwa masih sekira 5.000 dosis, lantaran vaksin booster tersebut hanya menggunakan separuh dari dosisnya.

Satria menerangkan, selama ini masih terdapat beberapa kendala yang ditemukan di lapangan terkait upaya menambah cakupan vaksinasi booster.

Satu di antara kendalanya yakni mendatangkan sasaran atau menarik minat masyarakat.

Upaya jemput bola ke tempat umum, lanjutnya, sudah dilakukan seperti di berbagai Puskesmas.

Baca juga: Prof Florentina Kenalkan Varietas Kedelai Baru Saat Seminar Internasional Undip Semarang

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved