Berita Semarang

Polrestabes Semarang Tangkap 4 Tersangka Kasus Penganiayaan yang Sebabkan Kukuh Panggayuh Tewas

Polrestabes Semarang menangkap 4 tersangka driver ojol dalam kasus pengeroyokan.

Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Muhammad Fajar Syafiq Aufa
Suasana konferensi pers yang dilakukan Polrestabes Semarang tentang kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa anggota driver ojek online Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polrestabes Semarang menangkap 4 tersangka driver ojol dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan Kukuh Panggayuh Utomo warga Mijen Kota Semarang, tewas.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, penganiayaan tersebut berawal ketika Hasto Priowasono driver ojol Semarang dikeroyok oleh Kukuh dan Adi Priono di SPBU Majapahit Jalan Majapahit, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

"Saat itu korban sedang mengantre kemudian ada pelaku yang di depan korban lalu diingatkan agar segera geser maju karena titik yang ada di depan pelaku ini sudah kosong. Imbauan maju itulah yang memicu kemarahan pelaku sehingga melakukan penganiayaan terhadap korban atas nama Hasto Priowasono," jelasnya saat konpers di Polrestabes Semarang, Selasa (27/9)

Lanjutnya, terdapat dua pelaku dalam peristiwa tersebut.

"Satu atas nama Kukuh Panggayuh Utomo, kemudian yang kedua adalah Adi Priono. Adi Priono masih dalam pencarian kita, atau masih DPO,"

Dirinya mengatakan, peristiwa itu berdampak pada peristiwa kedua yaitu penganiayaan terhadap pelaku pengeroyokan ojol

"Memicu solidaritas teman-temannya untuk mencari siapa pelaku dari peristiwa pertama ini,"

Lanjutnya, Kukuh atau satu di antara pelaku pengeroyokan Hasto driver ojol Semarang, diamankan oleh para pelaku.

"Yang sayangnya kemudian, ada tindakan kekerasan yang mengakibatkan pelaku meninggal dunia atas nama Alm Kukuh Panggayuh Utomo,"

Dirinya menyayangkan dalam peristiwa tersebut, terdapat orang lain yang terluka yaitu satu di antara pelaku, Budi Warsono.

"Saudara Budi Warsono ini pada proses penangkapan tersangka Alm Kukuh,  terkena sabetan senjata tajam ditangan dan dimulut," ungkapnya

Dalam peristiwa tersebut Polrestabes Semarang masih mengamankan 4 orang tersangka.

"Nanti penyidik akan melakukan pendalaman dari bukti-bukti yang ada, dari keterangan saksi yang ada, dan dari orang-orang yang sudah kita amankan di sini," paparnya

Selain itu dirinya mengharapkan para pelaku atau driver ojol dapat mengambil hikmah dalam peristiwa tersebut, atau sebagai pelajaran yang berharaga.

Ia mengatakan dalam tugas harkamtibnas, tugas penegakan hukum, dan tugas kepolisian secara umum, memang dibutuhkan peran serta masyarakat dan peran komunitas, namun jangan sampai membawa akibat yang melanggar hukum.

"Boleh menangkap tangan tapi diserahkan kepada petugas, tidak boleh main hakim sendiri karena dapat berakibat hukum seperti yang terjadi di kasus kedua ini," tutupnya

Atas perbuatan tersebut, para tersangka di kenai pasal 170 ayat (3) KUHP dengan acaman hukuman maksimal 12 tahun. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved