Berita Semarang

Mendapat Teror Penembakan, LSM Dan Ormas Kabupaten Pekalongan Minta Perlindungan ke Polda Jateng

Rombongan LSM dan Ormas asal Kab. Pekalongan meminta perlindungan ke Polda Jateng.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rombongan LSM dan Ormas asal Kabupaten Pekalongan meminta perlindungan ke Polda Jateng karena terkena teror penembakan oleh orang  tak dikenal.

Kejadian itu menimpa Subekhi di rumahnya Perum Wisma Pratama Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan.

Aksi teror penembakan terjadi sehari setelah melakukan aksi unjuk rasa di kantor Pemda Kabupaten Pekalongan.

Berdasarkan video dan foto diterima tribunjateng.com pintu tembakan tersebut mengenai mobil Xenia warna hitam. Terlihat pintu belakang kanan mobil itu terdapat lubang diduga tertembus peluru.

Kondisi pintu mobil sisi kanan belakang anggota setelah mendapat teror penembakan di kediamannya Perum Wisma Pratama Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan.
Kondisi pintu mobil sisi kanan belakang anggota setelah mendapat teror penembakan di kediamannya Perum Wisma Pratama Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. (Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Subekhi menuturkan kejadian itu terjadi pada Sabtu (23/9/2022) malam sekitar pukul 22.20. Saat itu dirinya baru saja pulang dari Pemalang dan hendak membuka pintu rumah. Dirinya melihat ada seseorang melintas menggunakan motor matic dan terdengar letusan.

"Waktu itu saya membawa dua mobil HRV dan Xenia. Saya membawa HRV dan teman saya membawa Xenia. Waktu membuka pintu rumah tiba-tiba ada seseorang menggunakan motor matic matic serta mengenakan helm hitam dan jaket hitam melintas dan terdengar letusan," ujarnya saat ditemui tribunjateng.com di Mapolda, Rabu (28/9/2022) malam.

Subekhi terkejut saat mendengarkan letusan diduga dari senjata api. Awalnya dirinya mengira letusan itu adalah petasan.

Namun setelah pengendara motor itu menjauh dirinya mengecek pintu mobil dan mendapati lubang diduga dari peluru.

"Setelah kejadian, besoknya saya laporan ke Polres Pekalongan untuk meminta perlindungan," imbuhnya.

Ia menuturkan teror penembakan tersebut terjadi sehari setelah melakukan aksi unjuk rasa di kantor Pemda Kabupaten Pekalongan. Dirinya berharap teror penembakan tersebut segera terungkap.

"Saat ini untuk berkas Laporan Polisi telah keluar. Kami juga sudah diperiksa oleh kepolisian," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved