Berita Semarang

Lagi Bersih-Bersih, Tukang Sapu di Ungaran Ini Kaget Ditemui Kapolres Semarang Sambil Bawa Beras

Seorang petugas penyapu jalan, Wiwin (32), mendapatkan bantuan beras dari Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika saat tengah membersihkan trotoar

TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika menghampiri seorang petugas penyapu jalan di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (30/9/2022). Dia memberikan beras dalam rangka bakti sosial kepada masyarakat. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Seorang petugas penyapu jalan, Wiwin (32), mendapatkan bantuan beras dari Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika saat tengah membersihkan trotoar di depan Masjid Agung Al-Mabrur, Jalan Ahmad Yani, Ungaran, Ungaran Barat, Kapolres Semarang pada Jumat (30/9/2022) hari ini.

Ia yang biasa menyapu di sepanjang jalan itu mengaku kaget karena tiba-tiba dihampiri sejumlah polisi.

“Kaget karena lagi menyapu tiba-tiba pada datang, ternyata mau kasih beras,” ujar wanita yang sudah bertugas sebagai penyapu jalan selama empat tahun tersebut.

Tak hanya Wiwin, petugas penyapu lain juga mendapatkan bantuan beras itu.

Polres Semarang sendiri saat itu tengah melakukan bakti sosial dan memberikan bantuan berupa paket beras kepada sejumlah kalangan masyarakat di beberapa wilayah di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Beberapa di antara kalangan yang menerima bantuan itu yakni pengendara ojek online dan ojek pangkalan, buruh, kuli panggul pasar serta tukang bersih-bersih jalan.

Berdasarkan penuturan Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika, pihaknya membagikan sebanyak 1.800 paket beras dengan berat masing-masing 5 kilogram.

“Jadi kami memberikan bantuan kepada warga yang dirasa terdampak penyesuaian harga BBM. Termasuk yang kami temui di jalan,” ujarnya kepada Tribunjateng.com.

Tujuan pembagian paket beras itu merupakan bentuk bantuan bagi warga yang terdampak kenaikan harga BBM Bersubsidi.

“Di sini kami menyalurkan 675 paket, sedangkan seluruh polsek jajaran juga menyalurkan bantuan ini kepada warga di wilayahnya masing masing yang terdampak harga BBM yang berjumlah 1.125.

Jadi kegiatan ini dilakukan serentak oleh kami termasuk polsek di sekitar 25 titik yang kami sasar untuk diberikan bantuan,” imbuhnya.

AKBP Yovan menambahkan, pihaknya menggandeng Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang (FKWKS) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.

Seorang pengendara ojek pangkalan, Siswanto (50) yang juga mendapatkan beras itu, mengaku bahwa dirinya terpaksa menaikkan tarif ojeknya menyesuaikan kenaikan harga BBM Bersubsidi misalnya Pertalite yang saat ini sudah seharga Rp 10 ribu per liter.

“Saya mangkal di Pasar Bandarjo Ungaran, biasanya kalau antar penumpang ke desa-desa di Ungaran kalau tarifnya Rp 10 ribu, sekarang naiknya jadi Rp 12 ribu,” ujarnya.

Ia berharap akan terus mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun instansi lainnya yang berwenang soal bantuan sosial. (*)

Baca juga: Prediksi Bali United Vs Persikabo 1973 BRI Liga 1 2022, H2H, Susunan Pemain dan Link Live Streaming

Baca juga: Pimpinan Klasis Gereja Protestan Maluku Timba Ilmu di UKSW

Baca juga: Kevin Sanjaya dengan Herry IP Berdamai, Coach Naga Api: Tadi Pagi Kita Sudah Latihan Bersama

Baca juga: DPMPTSP Karanganyar Bikin Inovasi Jempol, Jemput Bola Pelayanan NIB Melalui OSS

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved