Berita Sukoharjo

Menikmati Wisata Gratis di Waduk Mulur Sukoharjo, Pemandangannya Aduhai

Di antaranya adalah Waduk Mulur yang terletak di Desa Mulur Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.  Akses menuju waduk ini cukup mudah. Lokasinya juga strat

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Khoirul Muzaki
Suasana Waduk Mulur yang terletak di Desa Mulur Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.  

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Kabupaten Sukoharjo bukan hanya dikenal sebagai kota industri yang berdekatan dengan pusat kota Surakarta. 

Kabupaten terkecil kedua di Jawa Tengah setelah Kudus itu memiliki sejumlah destinasi wisata menawan. 

Di antaranya adalah Waduk Mulur yang terletak di Desa Mulur Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. 

Akses menuju waduk Mulur ini cukup mudah. Lokasinya juga strategis karena hanya berjarak sekitar 8,5 kilometer dari pusat kota, atau 15 menit waktu tempuh perjalanan darat. 

Menariknya, pengunjung tak ditarik tiket masuk untuk bisa menikmati pemandangan waduk. Pengunjung bisa masuk area waduk dari berbagai pintu yang tak dijaga secara gratis. 

"Gak ada tiket masuk. Kebanyakan pemancing ke sini, " kata warga Desa Mulur yang akrab dipanggil Mbah Kung, Sabtu (1/10/2022) 

Memasuki area waduk, pengunjung akan disuguhi panorama air yang memanjakan. Air waduk yang mengalir tenang terlihat meneduhkan. 

Penampakan gugusan gunung di Jawa Tengah selatan dari waduk juga melengkapi keindahan. Saat langit cerah, pemandangannya lebih sempurna dengan gumpalan awan yang menggantung. 


Sesekali terlihat nelayan atau pemancing mendayung perahu yang membelah genangan.  Tempat ini juga menjadi spot favorit untuk menikmati matahari tenggelam (sunset). 

Pengunjung bisa bersantai di tepi waduk namun tetap harus berhati-hati karena tidak ada pagar pengaman.  Pengunjung juga bisa menyaksikan deretan keramba atau tempat pemeliharaan ikan di Waduk Mulur. 

Banyaknya pemancing yang berjajar di tepian waduk juga menjadi pemandangan menarik. 

Tak perlu khawatir lapar dan dahaga. Di sekitar waduk, berdiri banyak warung makan yang menyediakan aneka menu tradisional. 

Menariknya, di tengah waduk ada sedikit daratan tersisa. Di situ ada makam Mbah Sayidiman,  konon merupakan pengikut Pangeran Diponegoro yang ikut bergerilya melawan Belanda. 

Waduk Mulur juga biasa dipakai untuk pelatihan kebencanaan (water rescue) bagi relawan oleh SAR atau BPBD.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved