Liga 3 Jawa Tengah

Pemain Persibas Banyumas dan PSIW Wonosobo Sudah di Stadion saat Laga Ditunda

Pertandingan Liga 3 Jawa Tengah antara Persibas Banyumas lawan PSIW Wonosobo yang digelar di Stadion Soemitro Kolopaking, Banjarnegara, Minggu (2/10/2

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
Humas Persibas Banyumas.
Dokumentasi Persibas Banyumas saat berlatih tanding di Stadion GOR Satria Purwokerto, 2021 - Pertandingan Liga 3 Jawa Tengah antara Persibas Banyumas lawan PSIW Wonosobo yang digelar di Stadion Soemitro Kolopaking, Banjarnegara, Minggu (2/10/2022) ditunda. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Pertandingan Liga 3 Jawa Tengah antara Persibas Banyumas lawan PSIW Wonosobo yang digelar di Stadion Soemitro Kolopaking, Banjarnegara, Minggu (2/10/2022) ditunda.

Padahal saat itu, pemain dua kesebelasan sudah berada di stadion, bersiap melakoni pertandingan.

Sekretaris Umum Persibas, Timbul mengatakan, baru menerima surat resmi dari Asprov PSSI Jateng pada pukul 14.00 WIB.

"Posisi kita sudah di stadion sudah siap kick off. Tapi mau tidak mau pulang karena harus ikut aturan," terangnya.

Menurutnya, suporter Persibas juga sudah banyak yang datang ke stadion. Namun karena ditunda, akhirnya aparat mengarahkan mereka untuk pulang.

Pelatih Persibas Banyumas, Ispriyanto mengatakan penundaan laga kemarin karena imbas peristiwa di Malang. Menurutnya, insiden di Stadion Kanjuruhan Malang adalah hal luar biasa dan di luar dugaan.

Ia mengatakan sepak bola sejatinya hiburan dan permainan. Terlepas banyaknya perubahan pada sepak bola, hal penting yang harus dilakukan adalah mengedukasi suporter terkait sikap fanatisme.

"Harapan untuk menang memang besar, akan tetapi main sebaik apapun baik pasti akan ada menang atau kalah. Intinya kalau rezekinya kalah ya kalah," jelasnya.

Sementara Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyok Sukawi turut berbelasungkawa atas jatuhnya korban dalam peristiwa di Stadion Kanjuruhan.

Sedangkan terkait kompetisi Liga 3 Jateng, ia mengatakan, pihaknya menunda selama sepekan.

"Setelah itu kami akan tinjau kembali berdasarkan situasi dan kondisi setelah ini," ucap dia.

Terpisah, kelompok Surakartans menggelar aksi solidaritas terbuka untuk semua kelompok, kalangan, dan golongan untuk bergabung doa bersama di Plaza Manahan, Minggu malam.

Perwakilan Surakartans, Ivan Bogdanov menyampaikan, aksi itu digelar terkait insiden di Kanjuruhan.

Ia tak pernah membayangkan tragedi semengerikan Kanjuruhan bisa terjadi. Padahal, menurutnya, sepak bola adalah hiburan.

“Untuk itu, kita berkumpul, memanjatkan doa, agar tidak ada kejadian serupa yang membuat cemas setiap orangtua," ucapnya.

Dia mengajak semua pihak menyatukan suara tanpa memandang kelompok manapun.

"Kita satukan suara, tak peduli dari kelompok mana, kemanusiaan hendaknya menyatukan kita semua,” terangnya. (jti/kan/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved