Berita Sragen

605 Kecelakaan Lalulintas Terjadi Pada Operasi Zebra Candi 2021 di Wilayah Hukum Polres Sragen

Sebanyak 605 kecelakaan lalin terjadi pada pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2021.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Istimewa/ Polres Sragen
Apel gelar pasukan Operasi Zebra Candi 2022 di Lapangan Wira Pratama Polres Sragen, Senin (3/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 605 kecelakaan lalu lintas terjadi pada pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2021. Angka ini naik 59 persen dibandingkan periode sebelumnya 2020 yakni 350 kejadian.

Hal itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama ketika apel gelar pasukan Operasi Zebra Candi 2022 dengan tema Tertib Berlalulintas Guna Mewujudkan Kamseltibcarlantas yang Presisi.

"Perlu diketahui bersama bahwa data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan operasi zebra candi 2021 sejumlah 605 kejadian."

"Mengalami kenaikan 225 kejadian atau sekitar 59 persen dibandingkan periode sebelumnya pada operasi zebra candi 2020, 350 kejadian," kata AKBP Piter, Senin (3/10/2022).

Piter mengatakan pada pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2022 kali ini tidak berorientasi pada penegakkan hukum lantas atau tilang namun seluruh giat mengedepankan kegiatan edukatif dan persuasif serta humanis.

Didukung dengan kegiatan penegakan hukum secara Etle atau teguran simpatik dalam rangka meningkatkan simpati dan kepercayaan masyarakat kepada Polri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Dia melanjutkan jumlah korban meninggal dunia pada operasi zebra candi 2021 sebanyak 31 orang. Mengalami kenaikan lima orang atau 19 persen dibandingkan periode sebelumnya 2020 sebanyak 26 orang.

Apel gelar pasukan ini, dikatakannya dilaksanakan agar mengetahui sejauh mana persiapan personil maupun sarana pendukung lainnya.

Dengan begitu, kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

"Kita menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut tidak bisa berdiam diri, melainkan wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya," katanya.

Menurutnya, perlu memperdayakan seluruh sektor supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas. 

Oleh karenanya, diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltibcarlantas sehingga keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.

"Diharapkan kepada seluruh stakeholder mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi baik secara taktis, teknis, maupun strategis."

"Agar potensi pelanggaran lalulintas yang terjadi bisa diminimalisir sehingga tercipta Kamseltibcarlantas yang mantap," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved