Berita Viral

Akhir PSHW Geruduk SMK 2 Wonogiri Pasca Video Ujaran Kebencian yang Viral, Tuntut Permintaan Maaf

PSHW atau Persaudaraan Setia Hati Wonogiri menggeruduk SMK N 2 Wonogiri pada Senin (3/10/2022).

Penulis: Alifia Yumna Amri | Editor: galih permadi
TIKTOK
PSHW Geruduk SMK N 2 Wonogiri 

Akhir PSHW Geruduk SMK 2 Wonogiri Pasca Video Ujaran Kebencian yang Viral, Tuntut Permintaan Maaf

TRIBUNJATENG.COM- PSHW atau Persaudaraan Setia Hati Wonogiri menggeruduk SMK N 2 Wonogiri pada Senin (3/10/2022).

Unjuk rasa yang awalnya akan diikuti oleh ribuan anggota PSHW ini akhirnya diikuti oleh ratusan anggota, untuk melakukan unjuk rasa terhadap SMK N 2 Wonogiri.

Dalam unjuk rasa yang digelar oleh warga atau sebutan anggota PSHW merupakan buntut dari viralnya sebuah video yang didalamnya terdapat 2 siswa SMK N 2 yang melakukan ujaran kebencian terhadap PSHW.

Baca juga: Evaluasi Persiku Usai Jalani Laga Uji Coba Lawan PSHW UMY

Baca juga: Bentrok Antar-Peguruan Silat di Tempat Karaoke Wonogiri, Satu Anggota PSHW Kritis

Baca juga: Ratusan Pendekar Pagar Nusa Geruduk Mapolres Grobogan, Minta Pesilat Bentrok dengan PSHW Dibebaskan

Baca juga: Ratusan Pesilat Pagar Nusa Geruduk Polres Grobogan, Minta Rekan Bentrok dengan PSHW Dibebaskan

Awal mula kejadian tersebut adalah kettika siswa SMK N 2 sedang duduk santai di halaman SMK N 2 Wonogiri dengan mengambil video pada Jumat (30/10/2022).

Sayangnya, dalam video tersebut terdapat 2 siswa SMK N 2 Wonogiri yang melakukan ujaran kebencian atau pelecehan terhadap nama baik PSHW.

Diketahui 2 siswa yang melakukan pelecehan terhadap nama baik PSHW tersebut merupakan siswa kelas XI SMK N 2 Wonogiri.

Kemudian, video tersebut viral pasca diunggah di media sosial.

PSHW sendiri mengaku jika mereka mendapatkan aduan mengenai video tersebut.

Riyanto selaku ketua PSHW Wonogiri juga telah mendapatkan informasi mengenai ribuan anggotanya yang berniat melakukan unjuk rasa untuk menuntut permintaan maaf dari pihak SMK N 2 Wonogiri.

Riyanto juga mengungkapkan jika pihaknya telah menghubungi pengurus ranting, Mapolres Wonogiri dan pihak SMK N 2 Wonogiri agar anggotanya tidak melakukan unjuk rasa.

Riyanto mengungkapkan melalui sebuah wawancara jika dirinya telah bekerja cukup keras menghubungi pihak terkait selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu pasca beredarnya video pelecehan tersebut.

Meskipun, pada akhirnya Senin (3/10/2022) anggota PSHW tetap mendatangi SMK N 2 Wonogiri.

Riyanto menyayangkan terjadinya hal ini dan meminta anggotanya tidak membawa almamater perguruan silat di ranah sekolah agar tidak terjadi hal serupa, tidak hanya itu unjuk rasa berakhir damai melalui mediasi.

Pihak SMK N 2 Wonogiri juga telah meminta maaf terhadap PSHW dihadapan pengunjuk rasa akibat perbuatan siswanya yang melecehkan PSHW.

Akibat kejadian ini, kedua siswa yang melakukan pelecehan terhadap PSHW diberikan sanksi edukatif dengan cara dimasukkan ke program semi boarding.

Kedua siswa SMK yang melakukan pelecehean terhadap PSHW juga diinapkan di sekolahan hingga lulus agar kegiatannya juga terpantau.

Kejadian ini dikawal oleh pihak Kepolisian tujuannya untuk memastikan tidak adanya pengumpulan massa pasca melakukan unjuk rasa. (aya/tribunjateng.com)

Baca juga: Tegas! Polda Jateng Bakal Tindak Galian C Ilegal Yang Masih Berani Beroperasi

Baca juga: Curhat Asisten Pelatih Arema FX Yanuar Sempat Ingin Tinggalkan Sepak Bola Karena Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat, Kapolda  Resmikan 14 Polsubsektor Jateng di Batang

Baca juga:  Poltek Harber Tegal Wisuda 1.184 Mahasiswa, Ini Pesan Wali Kota

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved