Berita Semarang

Alasan Juru Parkir Nekat Praktik Nakal, Antok : Jadi Ujung Tombak PAD Tapi Jauh dari Kata Sejahtera

Praktik Nakal juru parkir di beberapa kawasan wisata Kota Semarang kembali ramai diperbincangkan masyarakat.

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo
Ilustrasi Tukang Parkir 

"Istilahnya kerja shif, jadi tidak hanya saya yang kerja. Satu lokasi bisa dibagi tiga sampai empat orang," paparnya.

Dengan pembagian waktu kerja itu, Antok mengaku hanya bisa mengantongi Rp 30 sampai Rp 50 ribu setiap hari.

"Kalau akhir pekan bisa lebih, tapi kami juga setor, jadi ya tetap tidak bisa dapat banyak," imbuhnya.

Namun Antok tak mau menyebutkan berapa nominal setoran dan ke siapa ia harus menyetorkan sejumlah uang dari hasil parkir.

Ia menambahkan, pemerintah harusnya memberikan intensif ke juru parkir guna meningkatkan kesejahteraan.

"Kalau juru parkir sejahtera saya yakin tidak akan ada yang melakukan praktik nakal, tapi kenyataan di lapangan, nasib kami sama sekali tidak diperhatikan," Imbuhnya. (*)

Baca juga: Viral Maling Sapi di Kendal Tertangkap, Pikap Pelaku Dirusak Warga Sapi Jatuh ke Selokan

Baca juga: 5 Bahan Alami di Dapur yang Bisa Turunkan Gula Darah, Kayu Manis hingga Jahe

Baca juga: Kejari Karanganyar Panggil 4 Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan BUMDes Berjo

Baca juga: Kejari Karanganyar Panggil 4 Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan BUMDes Berjo

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved