Berita Sukoharjo

Berkat Sampah, Hartono tak Lagi Pusing Menarik Uang Pajak dari Warganya

Setiap tahun, saat masa pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Hartono, Ketua RT 2 RW 4 Desa Wirogunan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Khoirul Muzakki
Warga RT2 RW 4 Desa Wirogunan, Sukoharjo memilah sampah, Minggu (2/10/2022)  

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO- Setiap tahun, saat masa pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Hartono, Ketua RT 2 RW 4 Desa Wirogunan, Kartasura selalu dibuat pusing.  Tidak semua warganya tertib membayar pajak dengan berbagai alasan. 

Ini memengaruhi penerimaan daerah dari sektor pajak. Padahal, pajak penting untuk menyokong pembangunan daerah yang manfaatnya akan kembali ke masyarakat. 

Tapi itu dulu. Kini, Hartono tak lagi pusing berurusan dengan warga yang telat membayar pajak tiap tahunnya. 

Tak ada lagi alasan bagi warganya untuk tidak atau terlambat membayar pajak. Pasalnya, mereka memiliki tabungan yang cukup, bahkan lebih untuk keperluan membayar pajak. 

Menariknya, mereka bukan menabung uang yang rutin dikumpulkan tiap bulan, melainkan sampah yang disulap jadi rupiah. 

"Kita komitmen bank sampah dipakai untuk bayar pajak, " katanya, Senin (3/10/2022) 

Minggu (2/10/2022), meski libur kerja, warga Rt 2 justru punya kesibukan tersendiri. Mereka ramai-ramai mendatangi Bank Sampah Lestari yang dikelola bersama. 

Warga bukan datang dengan tangan kosong, melainkan membawa sampah. Sampah yang mereka produksi tiap hari tidak dibuang, melainkan dikumpulkan.  Tiap bulan, sampah yang terkumpul di rumah warga disetorkan ke Bank Sampah. 

Dari situ mereka mendapatkan rupiah. Hanya uang hasil penukaran sampah tidak dibagi langsung ke warga, melainkan ditabung. 

"Di situ sampah langsung dipilah, lalu dijual ke pengepul, " katanya

Tiap tahun, tabungan warga hasil penjualan sampah direkap. Tabungan itu tidak lantas dibagi ke warga, namun diprioritaskan untuk membayar pajak. 

Setiap musim pembayaran PBB, Hartono tidak lagi menarik uang pajak ke warganya langsung seperti dilakukannya dulu. 

Ia cukup berkoordinasi dengan pengelola Bank Sampah yang menyimpan tabungan masyarakat. 

Kabar baiknya, tabungan warga masih sisa setelah dikurangi untuk membayar pajak. Sisa tabungan itu tentunya menjadi hak warga yang harus dikembalikan ke mereka. 

"Sisa dibagikan ke warga, biasanya menjelang lebaran. Macam-macam, ada yang dapat Rp 500 ribu, Rp 1 juta, " katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved