Berita Jepara

Pemkab Jepara Rencana Beri Subsidi ke Angkot,  Layanan Uji KIR Meningkat

Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) dan angkutan perdesaan (angkudes) ramai-ramai melakukan uji kir kendaraannya di Dinas Perhubungan.

(TRIBUN JATENG/ YUNAN SETIAWAN)
Salah seorang sopir angkudes sedang uji kir di Dishub Kabupaten Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) dan angkutan perdesaan (angkudes) ramai-ramai melakukan uji kir kendaraannya di Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara.

Mereka antusias melakukan uji kir ini setelah Pemerintah Kabupaten Jepara berencana menggelentorkan subsidi untuk angkutan kota dan desa.

Beberapa syarat menerima subsidi itu adalah kendaraan sudah uji kir dan surat kendaraan lengkap sekaligus tertib pajak.

Kabid Angkutan Jalan Dishub Jepara, Adjib Ghufron mengatakan, sejak rencana pemberian subsidi ini disampaikan kepada pihak angkotan dan angkudes, para sopir mulai mengurus surat-surat kendaraan dan uji kir.

"Setelah adanya subsidi ini akhirnya mereka berbondong-bondong banyak melakukan uji kir," kata Ajib, kepada tribunmuria.com, Senin, 3 Oktober 2022.

"Jumlah angkutan kota angkutan desa yang uji kir dari tang 19 September - 3 Oktober 2022 berjumlah 66 kendaraan," imbuhnya.

Hingga saat ini jumlah penerima yang terdata sebanyam 120 orang. Mereka akan mendapatkan subsidi BBM agar tidak menaikkan ongkos trayek kepada penumpang.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Jepara akan mengucurkan anggaran sebesad Rp 552 juta untuk subsidi angkutan antar desa dan angkutan dalam kota.

Subsidi diberikan untuk membantu sopir angkot atau angkudes setelah adanya kenaikan harga BBM.

Rencananya, setiap angkot atau angkudes akan mendapat subsidi sebesar Rp 50 ribu per hari. Subsidi ini akan diberikan sejak Oktober hingga Desember 2022. 

Total subsidi yang diterima sopir angkot atau angkudes berjumlah Rp 4, 5 juta.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, Trisno Santoso mengatakan, pihaknya sudah mendata calon penerima subsidi tersebut. Sebanyak 120 angkot atau angkudes telah terdata memenuhi syarat.

Namun jumlah itu bisa berubah karena ada syarat yang harus dipenuhi sopir angkot atau angkudes.

"Kendaraan harus sehat dalam arti surat-suratnya lengkap. Sudah uji kendaraan juga, termasuk KIR," kata Trisno kepada tribunmuria.com, Rabu, 21 September 2022.

Untuk skema penyaluran, kata dia, masih dalam pembahasan. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan membahas dengan perwakilan perusahaan angkot atau angkudes dan organda untuk menentukan skema penyaluran subsidi ini.

Trisno mengungkapkan subsidi ini diberikan kepada angkot dan angkudes agar tidak ada kenaikan tarif harga perjalanan penumpang.

"Pak (Pj) Bupati berharapnya subsidi bisa membantu mereka," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved