Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kerusuhan Suporter di Malang

Temuan Komnas HAM, Hanya 2 Pintu Terbuka Saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Hasil penyelidikan awal Komnas HAM dari tragedi tewasnya ratusan suporter Aremania, ternyata hanya ada dua pintu keluar yang terbuka ketika terjadi ke

Tayang:
Editor: m nur huda
(SURYAMALANG.COM/Purwanto)
Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam - Hasil penyelidikan awal Komnas HAM dari tragedi tewasnya ratusan suporter Aremania, ternyata hanya ada dua pintu keluar yang terbuka ketika terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

TRIBUNJATENG.COM, MALANG - Hasil penyelidikan awal Komnas HAM dari tragedi tewasnya ratusan suporter Aremania, ternyata hanya ada dua pintu keluar yang terbuka ketika terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

DIketahui, terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang seusai laga Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022).

Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam menjelaskan pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan investigasi terkait Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam itu.

Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam
Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam (Tribunnews)

Tim yang diterjunkan itu, kata Anam, telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui kondisi tersebut.

Itu mulai dari suporter Arema, keluarga korban, pihak rumah sakit yang menangani korban Tragedi Kanjuruhan, hingga pemain dari klub yang berlaga.

Dalam penyelidikan awal tersebut, kata Anam, Komnas HAM menemukan fakta, ternyata hanya ada dua pintu keluar yang terbuka ketika kerusuhan terjadi usai laga Arema melawan Persebaya.

Baca juga: Jawaban Polri Soal Siapa yang Memerintahkan Penembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan Malang

Padahal, kata dia, Stadion Kanjuruhan yang berkapasitas 42 ribu penonton itu memiliki 14 pintu keluar. Namun, 12 pintu sisanya saat kejadian dalam kondisi terkunci.

"Kami anatomi dari Stadion Kanjuruhan. Nanti seperti apa. Cuma dua pintu terbuka, hiruk pikuknya di pintu yang sama," kata Anam di Malang, Jawa Timur, Senin (2/10/2022), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Namun, Anam mengaku belum dapat memastikan apakah sebagian besar korban meninggal dunia berada di dekat lontaran gas air mata atau di lokasi lain. Pihaknya masih mendalami hal itu.

Lebih lanjut, Anam menyebut, ada indikasi terjadinya pelanggaran HAM dalam insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan korban jiwa melayang.

"Beberapa informasi yang kami dapatkan, kekerasan memang terjadi,” ucap Anam.

Adapun kekerasan yang tampak di sana adalah tendangan yang dilakukan oleh anggota TNI yang melakukan pengamanan terhadap suporter.

Bahkan ketika suporter Arema sedang berjalan kaki di pinggir lapangan dan tidak berada dalam posisi melawan petugas, kekerasan masih dilakukan oleh aparat keamanan.

Anam mengatakan insiden kekerasan oleh aparat yang terjadi pada saat kerusuhan tersebut bukan hanya dapat dilihat oleh Komnas HAM.

Namun masyarakat juga dapat menyaksikan lewat sejumlah video yang beredar luas di media sosial. Tak hanya itu, suporter yang berada di lapangan juga ikut menyaksikan hal itu.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved