Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Tragedi Kanjuruhan Malang, Jadi Momen Perdamaian Suporter Persis Solo - PSIM Yogya

Tragedi Kanjuruhan Malang yang menelan korban hingga ratusan jiwa menjadi momen perdamaian bagi suporter Persis Solo dan PSIM Yogyakarta.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Muhammad Olies
Tribun Jateng/ Muhammad Sholekan
Suporter Persis Solo saat bersiap berangkat ke Yogyakarta memenuhi undangan dari Suporter PSIM Yogyakarta di Plaza Manahan Solo, Selasa (4/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Tragedi Kanjuruhan Malang yang menelan korban hingga ratusan jiwa menjadi momen perdamaian bagi suporter Persis Solo dan PSIM Yogyakarta. Diharapkan, ke depan, tak terjadi gesekan antar kelompok  suporter dari dua klub sepakbola yang saat bertanding diwarnai tensi tinggi dan dijuluki Derbi Mataram ini.  

Niat perdamaian ini bermula dari undangan doa bersama dari Brajamusti, suporter PSIM Yogyakarta yang dialamatkan ke Suporter Persis Solo.  Undangan tersebut merupakan doa bersama bagi suporter yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022).

Ratusan suporter Persis Solo di antaranya Pasoepati, Surakartans, Garis Keras, dan Ultras berangkat menuju Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (4/10/2022) sore. Sebelum berangkat, mereka melakukan doa bersama di Plaza Manahan Solo.

Baca juga: Arema FC Dapat Sanksi Berlapis, Tak Cuma Didenda Rp 250 Juta, Buntut Tragedi Kanjuruhan Malang

Baca juga: Elektabilitas Naik, Kinerja Ganjar-Erick Thohir Tinggi Baik di Mata Rakyat

Baca juga: Jadwal Liga Champions Pekan Ini Inter Milan Vs Barcelona, Chelsea Vs AC Milan hingga Benfica Vs PSG

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong menyampaikan undangan tersebut menjadi momen untuk bersatunya suporter Persis Solo dan PSIM Yogyakarta.

"Ini suatu berkah bagi kita, dapat undangan, maturnuwun banget. Semoga ini awal yang baik untuk ke depannya," ucap Gondrong.

Diketahui, kedua kelompok suporter Solo dan Yogyakarta selama ini punya tensi tinggi ketika laga bertajuk Derbi Mataram digelar. Atas adanya undangan tersebut, Gondrong menegaskan bahwa rivalitas hanya 90 menit.

"Setelah itu kita teman, sahabat, saudara, itu saja," ungkapnya.

Dia bercerita, saat perdamaian dengan Bonek 2014 lalu, rivalitas, pro, dan kontra tetap ada namun lambat laun perdamaian berjalan dengan baik.

"Akar rumput juga sudah menyadari. Kita harapkan, begitu pula nanti Persis fans dengan Maidens maupun Brajamusti berjalan dengan baik," terangnya.

Sementara itu, Wakapolresta Solo AKBP Gatot Yulianto menyampaikan pihaknya menerjunkan 2 satuan setingkat peleton (SST) gabungan Samapta, Brimob, dan Satlantas untuk mengawal suporter.

"Kita mengawal secara estafet dari Stadion Manahan sampai batas kota Kleco. Kita sudah berkoordinasi dengan kapolres Solo Raya yang dilewati," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved