Berita Semarang
Kampung Batik Surga Tersembunyi di Tengah Kota Semarang, Hendi : Dulu Pernah Dibakar Tentara Jepang
Kampung Batik Surga Tersembunyi di Tengah Kota Semarang, Hendi : Dulu Pernah Dibakar Habis Tentara Jepang
Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kampung Batik merupakan lokasi dengan nilai historis dan tak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Kota Semarang.
Kampung yang terletak di Jalan Batik, Rejomulyo Kecamatan Semarang Timur itu, kini jadi sorotan dunia.
Pasalnya, wisatawan mancanegara acapkali berkunjung ke pemukiman padat penduduk itu.
Tercatat, wisatawan dari Amerika Serikat, Inggris hingga Belanda pernah singgah ke tempat tersebut.
Bahkan hal itu tercatat dalam buku tamu yang ada di Kampung Batik Semarang.
Beberapa wisatawan luar negeri ingin merasakan syahdunya suasana Kampung Batik, hingga mencari batik untuk dikoleksi.
Tak hanya wisatawan mancanegara, Kampung Batik juga jadi destinasi unggulan bagi wisatawan lokal.
Kentalnya budaya khas Semarangan dan nilai sejarah yang ada di Kampung Batik jadi magnet tersendiri bagi para wisatawan.
Nina Krisnawati satu di antaranya, saat ditemui Tribunjateng.com, ia tengah berfoto dan melihat detail setiap sudut di Kampung Batik.
Saat berkunjung, Nina nampak terkesima melihat keindahan pernik yang ada di Kampung Batik.
Gang dengan tembok berrelief, jalan masuk kampung yang dihiasi cat berwarna-warni, mural yang ada di setiap dinding, ramahnya warga dan banyaknya toko sovenir, hingga kebersihan kampung seolah membius Nina yang berkunjung dengan rekannya.
"Saya ke sini untuk survei, kebetulan akan menggelar acara bersama murid-murid saya," kata Nina yang berprofesi sebagai pengajar TK di wilayah Banyumanik itu, Rabu (5/10/2022).
Awan mendung pun nampak berarak saat Nina berkunjung ke Kampung Batik, cuaca itu semakin membuat Nina betah melihat sekitar.
Sembari berjalan ke beberapa titik yang dihiasi mural, Nina selalu menyempatkan mengabadikan momen menggunakan telepon genggamnya.
Di tengah asyiknya berfoto, Nina mengatakan, Kampung Batik ia pilih lantaran memiliki nilai sejarah dan kentalnya kebudayaan.