Berita Regional

Tak Hiraukan Tembakan Peringatan, Pria Mengamuk Bawa Celurit Dilumpuhkan Polisi dengan Gas Air Mata

Petugas mengepung rumah AS karena saat itu dia berada di dalam rumah sambil memegang pedang, celurit, kapak, dan linggis.

TRIBUNNEWS
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG BARAT - Pria berinisial AS (50) mengamuk di Kampung Sudimampir Hilir, RT 1/18, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (4/10/2022) sore.

Puluhan polisi harus bekerja keras menangkap pria yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tersebut.

Petugas mengepung rumah AS karena saat itu dia berada di dalam rumah sambil memegang pedang, celurit, kapak, dan linggis.

Baca juga: Detik-Detik Mencekam Wanita Berpisau Mengamuk di Angkot, Ibu Hamil Jadi Korban Tewas


Polisi tak bisa langsung melakukan penangkapan karena saat hendak ditangkap, AS kerap melakukan perlawanan secara brutal dengan cara melempari polisi menggunakan batu, hingga menyebabkan seorang polisi terluka.

"Awalnya, kami mendapat laporan adanya seseorang yang mengintimidasi warga sambil menggunakan senjata tajam.

Hasil penyelidikan dan berdasarkan keterangan keluarganya, dia merupakan ODGJ," ujar Kabag Ops Polres Cimahi, Kompol Zulkarnaen di lokasi kejadian, Selasa (4/10/2022).

Proses penangkapan diawali dengan cara mengepung rumah AS, lalu polisi membujuknya agar bersedia untuk diamankan.

Namun, usaha tersebut gagal karena pria itu melakukan perlawanan dengan mengacungkan senjata tajam.

Selain itu polisi juga sempat melepaskan tembakan peringatan beberapa kali agar AS bisa menyerahkan diri, tapi meski letusan peluru sudah terdengar beberapa kali, dia tetap bertahan di dalam rumah dengan senjata tajamnya.

"Orang tersebut sangat membahayakan masyarakat sekitar maupun keluarganya sendiri dan orang ini sudah tidak bisa dikendalikan," katanya.

 
Dia mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan penangkapan tanpa adanya tindakan kekerasan, tapi yang bersangkutan tetap menolak meskipun negosiasi sudah dilakukan.

"Pria tersebut malah mengancam anggota kami, hingga akhirnya seorang anggota terkena lemparan batu dan saat ini harus dirawat di rumah sakit," ucap Zulkarnaen.

Setelah itu, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk melumpuhkan pria tersebut dan akhirnya polisi mendapat izin karena negosiasi yang sudah dilakukan tidak berjalan.

"Penangkapan sudah sesuai protap dan SOP, bahkan tembakan peringatan juga tidak dihiraukan.

Akhirnya kami tembakan flash ball (gas air mata) ke dalam rumah, akhirnya dia bisa dilumpuhkan," katanya.

Setelah berhasil dilumpuhkan, AS langsung dibawa ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyan Padalarang, untuk mendapat perawatan, kemudian rencananya akan dirujuk ke tempat pengobatan jiwa di Cikalongwetan. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dramatis, Polisi Lumpuhkan ODGJ di Bandung yang Mengamuk Bawa Senjata Tajam Pakai Gas Air Mata

Baca juga: Remaja ODGJ Asal Purwokerto Dipasung Karena Mengamuk, Panggil Ayahnya Saat Diamankan Petugas

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved