Berita Sragen

Kapolres Sragen : Hasil Autopsi Penting Untuk Pastikan Pelaku Kasus Ibu Bunuh Anak

Polres Sragen masih menunggu hasil autopsi jenazah Supriyanto korban pembunuhan oleh orangtuanya sendiri, Suwarni (64).

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: olies
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama ketika ditemui di kantornya, Kamis (6/10/2022) 

TRIBUNJATENG, SRAGEN – Polres Sragen masih menunggu hasil autopsi jenazah Supriyanto korban pembunuhan oleh orangtuanya sendiri, Suwarni (64). Hasil autopsi itu penting untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Proses autopsi sudah dilakukan di RS Moewardi Surakarta beberapa jam setelah kejadian Selasa (4/10/2022). Namun hingga Kamis (6/10/2022) hasil autopsi itu belum keluar. 

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama mengatakan ada beberapa alasan mengapa pihaknya melakukan autopsi. Salah satunya ialah memastikan atau membuktikan pengakuan pelaku dengan adanya bukti forensik. Selain itu juga ditakutkan ada pelaku lain.

"Saya hanya ingin memastikan, apakah orang mengaku membunuh itu langsung bisa dipenjara? Kita takutnya bukan dia pelakunya, ada orang lain. Semuanya harus kita kroscek."

"Pakai apa membunuhnya? Batu, oh ada batu, ada bercak darah. Berantem engga, ternyata engga. Kalau berantem kita cek tetangga dengar keributan engga," terang Kapolres ketika ditemui wartawan, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Innalillahi! 31 Korban Tewas Dalam Penembakan Brutal di Pusat Penitipan Anak Thailand

Baca juga: Kasus Penganiayaan Anggota TNI dan Warga Sipil di Salatiga Berujung Damai, Tersangka Dibebaskan

Baca juga: Konser Musik Bertajuk Projek D Digelar, Hadirkan 20 Bintang Nasional dan Lokal di De Tjolomadoe

Piter mengatakan ada banyak kasus pembunuhan, ternyata orang yang mengaku membunuh bukan pelakunya. Mereka hanya pasang badan untuk melindungi seseorang.

Atas alasan itulah, Piter mengaku pihaknya melakukan autopsi terhadap korban. Dari autopsi akan diketahui apakah benar luka-luka di tubuh korban sesuai dengan keterangan pelaku.

"Kalau dia tidak melakukan, asal ngomong misalnya dan pelakunya orang lain pasti tidak sesuai dengan perkenaan," lanjut Kapolres.

Disinggung soal umur pelaku yang masuk kategori lanjut usia sehingga ada alasan pemaaf, Kapolres mengatakan itu bukan ranahnya. Sebab hal itu ranah pengadilan oleh majelis hakim.

Saat ini, ranahnya hanya menggali informasi dari pelaku, sejumlah saksi, kronologi kejadian dan sebagainya.

"Itu bukan ranah kita, nanti di pengadilan oleh hakim. Alasan pemaafnya mungkin belum pernah dihukum misalnya, usia lanjut, motivasi membunuh dan lain-lain itu hakim yang memutuskan."

"Kita hanya menggali keterangan pelaku, kronologi dan sebagainya. Hasil itu kita sodorkan ke jaksa, jaksa ke hakim," katanya.

Diulas Tribunjateng.com sebelumnya, Supriyanto telah dibunuh oleh ibunya sendiri pada Selasa (4/10/2022) dini hari ketika korban tertidur pulas.

Korban tidur di teras rumah pelaku di Dukuh Tlobongan, RT 22, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Korban meninggal dunia usai dihantam dengan bongkahan cor-coran semen sebanyak sembilan kali.

Motif pembunuhan dari pengakuan pelaku kepada pihak kepolisian, ialah pelaku merasa sakit hati lantaran korban sering membuat masalah di luar rumah. Korban merupakan residivis tiga perbuatan pidana, dua kasus pencurian dan satu kasus perjudian.

Selain itu korban dirasa tidak pernah mengikuti kemauan pelaku. Sehingga pelaku jengkel dan malu dengan tetangga. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved