Berita Kudus

Teladani Para Wali, Hartopo Ajak Warga Kudus Perkuat Toleransi dan Jaga Persatuan

Bupati Kudus HM Hartopo mengajak seluruh elemen masyarakat meneladani ajaran para wali yang mengajarkan toleransi dalam berbagai aspek kehidupan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: olies
Istimewa
Bupati Kudus HM Hartopo saat memberikan sambutan dalam sosialisasi wawasan kebangsaan di Gedung MWC NU Jati. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota kretek meneladani ajaran para wali yang mengajarkan toleransi dalam berbagai aspek kehidupan. Langkah ini penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan dari ancaman disintegrasi.  

"Mari jaga bangsa ini dari ancaman yang akan memecah belah bangsa ini," kata Hartopo saat sosialisasi wawasan kebangsaan di MWC NU Jati, Rabu (5/10/2022) malam.

Menurutnya, Indonesia merupakan satu kesatuan meski terdiri atas beragam suku, bahasa, dan budaya. Semboyan bhineka tunggal ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap sama mampu menjadikan beberapa perbedaan dalam satu wadah negara dengan dasar Pancasila.

"Kita semua bersaudara walaupun beda ras, suku, budaya, pulau dan lainnya. Kita hidup dalam satu kesatuan yang bernama NKRI," katanya.

Baca juga: Liga Europa Malam Ini, Omonia Vs Man United, Bisakah Cristiano Ronaldo Jadi Mesin Gol Setan Merah?

Baca juga: Kronologi Tragedi Pembunuhan Massal di Thailand, 22 Anak Meninggal, Pelaku Pecatan Polisi

Baca juga: 11 Tembakan Gas Air Mata Dilepaskan di Stadion Kanjuruhan Malang, Tiga Perwira Polri Jadi Tersangka

Oleh karena itu, diperlukan sikap toleransi antarsesama demi tegaknya bangsa dan negara. Hal tersebut sesuai yang diajarkan oleh para wali khususnya yang ada di Kudus.

"Mari kita rawat kebhinekaan dengan menjunjung tinggi sikap toleransi. Apalagi kita orang Kudus yang sudah diajari memiliki sikap toleransi oleh para wali, khususnya Sunan Kudus dan Muria," pesannya.

Dengan sosialisasi wawasan Kebangsaan ini, diharap masyarakat dapat memahami maksud dan tujuannya untuk diimplementasikan dalam Kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Wawasan Kebangsaan diperlukan untuk merawat kebhinekaan. Maka kita harus memahami, jangan hanya didengarkan namun harus diterapkan dalam kehidupan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved