Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Kisah Buruh Pencari Rumput di Kabupaten Kudus Dapat Hadiah Bedah Rumah*

Raut kebahagiaan tersirat dalam wajah Suhariyanto (42), ketika ditemui di tempat kediamannya di Dusun Singocandi Baru

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Raut kebahagiaan tersirat dalam wajah Suhariyanto (42), ketika ditemui di tempat kediamannya di Dusun Singocandi Baru, Desa Singocandi RT 1 RW 1, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus. 

Laki-laki yang berprofesi sebagai buruh pencari rumput dan buruh serabutan itu mendapatkan hadiah sedekah dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus, Ardian, dan para kepala desa dan lurah se-Kabupaten Kudus.

Bangunan minimalis berukuran 7x8 meter persegi yang digunakan sebagai tempat berteduh Suhariyanto mulai dibongkar, Senin (10/10/2022).

Rencananya, prosesi bedah rumah ditarget maksimal rampung dalam waktu 2 bulan, agar bisa segera ditempati keluarga Suhariyanto.


"Alhamdulillah, saya bersyukur dapat perhatian dan bantuan dari para umaro' (pejabat). Hari ini mulai dibongkar dan dibangun lagi," terangnya.

Suhariyanto saat ini memiliki seorang istri dan tiga orang anak. Istrinya tinggal di rumah orangtua beserta anak bungsu yang masih sekolah. Sementara putra pertama dan keduanya tinggal bersama sang nenek yang berada tak jauh dari tempat tinggal Suhariyanto.

Dalam keseharian, Suhariyanto mengaku sebagai buruh pencari rumput. Pendapatan yang tak sebarapa itu diberikan untuk membantu kebutuhan makanan anak dan biaya sekolah.

Dia berniat membenahi bangunan yang ia tinggali secara bertahap, agar keluarganya bisa berkumpul kembali dalam satu bangunan yang lebih layak.

Namun, penghasilannya tak mencukupi untuk keperluan rehab bangunan. 

"Kalau hujan, airnya masuk, harus ditutup dengan alat seadanya. Dari segi kecukupan sebuah rumah, memang sangat tidak layak," ujarnya.

Suhariyanto sendiri tinggal di bangunan tersebut kurang lebih dua tahun. Sebelumnya, keluarganya menumpang tinggal dalam satu atap bersama saudara-sudaranya.

Dia berharap, rumahnya akan terbangun lebih baik agar keluarganya bisa kembali hidup dalam satu atap yang lebih layak. 

"Kalau keluarga ikut saya sekarang, kondisi rumah tidak layak. Semoga setelah ini, anak istri saya bisa tinggal bareng lagi," harapnya.

Ketua RT setempat, Sulhadi (44) menerangkan, pihaknya mengaku prihatin atas kondisi yang dialami keluarga Suhariyanto. Baik dari segi ekonomi, maupun kondisi keluarga yang harus terpisah jarak.

Dia menyebut, kedua putra Suhariyanto saat ini tinggal bersama sang nenek untuk menemani dan merawatnya. Sementara putra terakhir tinggal bersama ibunya karena masih sekolah. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved