Kerusuhan di Kanjuruhan Malang
Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah, Satu Lagi Aremanita Meninggal Dunia
Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah, Satu Lagi Aremanita Meninggal Dunia.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: galih permadi
Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah, Satu Lagi Aremanita Meninggal Dunia
TRIBUNJATENG.COM - Tragedi Kanjuruhan kembali merenggut satu nyawa dari suporter Arema FC, Selasa (11/10/2022).
Seorang Aremanita bernama Helen Prisela (20) menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang dari rasa sakit pasca insiden Kanjuruhan.
Helen sempat beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Baca juga: Indosiar Sebut Jam Tayang Arema FC vs Persebaya Surabaya Malam Hari Ditentukan PT LIB
Baca juga: Sikap PSIS Semarang soal Jadwal Liga 1 2022 yang Simpang Siur: Kita Tidak Mau Berspekulasi
Baca juga: Alfeandra Dewangga PSIS Punya Pacar Baru? Tulis Nama Pakai Emotikon Hati hingga Didoakan Menikah
Baca juga: Klasemen Persebaya Surabaya Liga 1 2022, Bajul Ijo Masuk Sepuluh Besar
Namun kondisinya kian memburuk dan nyawanya tak bisa tertolong.
Helen dinyatakan meninggal dunia di RSSA, Selasa (11/10/2022) pukul 14.25 WIB.
Kematian Helen menambah daftar korban jiwa pasca pertandingan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) silam.
Kini jumlah korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan resmi bertambah jadi 132 orang.
Berdasarkan laporan dari Kompas.com, penyebab kematian dari Helen Prisela dikarenakan gagal napas akut.
Pernyataan ini dikonfirmasi oleh salah satu Dokter RSSA, Arie Zainul Fatoni.
"Oksigenasi ke paru-paru sangat buruk karena hipoksia, gagal napas akut, atau kalau dalam kedokteran namanya Acute Respiratory Distress Syndrome berat," kata Arie.
Berdasarkan laporan sebelumnya, Helen sempat menggunakan alat bantu pernapasan karena kondisinya yang kritis.
Menurut pernyataan Arie, Helen sudah berada dalam kondisi kritis sejak dibawa ke rumah sakit pada Sabtu (1/10/2022) atau seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.
Hasil pemeriksaan ketika itu menunjukkan bahwa Helen mengalami cedera dan pendarahan organ.
Helen juga disebut mengalami luka pada bagian wajah dan patah tulang di bagian tangan.