Breaking News
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga 1

PSIS Semarang Mengambil Sisi Positif Penghentian Sementara Liga 1

PSIS Semarang mengambil sisi positif penghentian sementara kompetisi Liga 1.

istimewa
General Manager PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang mengambil sisi positif penghentian sementara kompetisi Liga 1 2022/2023.

Sejauh ini, kompetisi dihentikan selama dua pekan pasca tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) lalu.

Menurut General Manager PSIS Wahyu Liluk Winarto, tim Mahesa Jenar punya waktu yang cukup untuk membenahi kondisi fisik.

Persoalan kebugaran disinyalir jadi faktor utama performa PSIS masih belum konsisten dalam 10 laga awal di Liga 1 2022/2023, bahkan jadi faktor banyaknya pemain yang mengalami cedera.

Beberapa pemain sempat mengalami cedera dan adapula yang masih dalam proses pemulihan cedera semisal Carlos Fortes, Eka Febri, dan Wahyu Prasetyo.

Pemain-pemain yang sempat mengalami cedera yakni Aldhilla Ray Redondo, Fredyan Wahyu Sugiantoro, Jonathan Cantillana, Wawan Febrianto dan beberapa nama lain.

"Sisi baiknya kita bisa latihan kondisi. Kita kemarin evaluasinya di fisik, kita bisa punya waktu membenahi fisik, termasuk yang cedera, pemulihan untuk cedera kita lebih ada waktu," kata Liluk.

Penghentian sementara kompetisi membuat PSIS bisa lebih siap melakoni laga Liga 1 jika kembali digulirkan, squad PSIS juga akan bisa lebih komplit dengan kemungkinan pemain-pemain yang cedera sudah bisa diturunkan.

"Fortes perkembangannya lumayan, saya harap Fortes bisa segera main. Sementara ini dia belum ada keluhan, dia hanya tinggal pengembalian fisik saja. Termasuk Eka dan Wahyu sudah mulai membaik kondisi mereka," beber Liluk.

Adapun sisi negatif dari penghentian sementara kompetisi, klub sejauh ini belum mendapat kejelasan terkait kepastian dilanjutkannya kompetisi.

"Sisi negatifnya dari penghentian sementara kompetisi ini, tentu klub itu butuh kejelasan, kita mau seperti apa kalau tidak ada kejelasan kan repot juga, mau menyusun program juga tidak pasti," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved