Guru Berkarya
Open Ended problems Efektif Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
Sebagian orang menganggap pembelajaran metematika kelihatan rumit dan butuh teknik khusus dalam mempelajarinya.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Oleh: Kasad, S.Pd.SD., Guru SDN 3 Cikakak, Kab. Banyumas
Sebagian orang menganggap pembelajaran metematika kelihatan rumit dan butuh teknik khusus dalam mempelajarinya.
Untuk mengajarkan mata pelajaran matematika di SD tidak boleh asal-asalan. Karena sifat matematika yang abstrak justru membuat anak sulit memahaminya.
Dibutuhkan model pembelajaran yang sesuai agar tujuan pembelajaran matematika bisa tercapai. Salah satu faktor keberhasilan dalam pembelajaran adalah kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran.
Pembelajaran yang berhasil dan kondusif, biasanya diukur dengan tingkat pemahaman materi pembelajaran melalui nilai tes dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran.
Demikian pula dengan pembelajaran matematika di kelas IV SDN 3 Cikakak Kabupaten Banyumas.
Guru harus berusaha semaksimal mungkin untuk membuat pembelajaran matematika lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa.
Guru harus merancang pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan efisien, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Menurut Suryanto (2018:43) Model pembelajaran open-ended merupakan suatu model pembelajaran yang dalam prosesnya dimulai dengan memberikan suatu masalah kepada siswa.
Hal ini sesuai dengan pendapat syihab (2019:11). Model pembelajaran open-ended adalah pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu permasalahan yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih dari satu.
Model pembelajaran open-ended dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan/pengalaman menemukan, mengenali, dan memecahkan masalah dengan beberapa teknik.
Langkah-langkah pembelajaran dalam model pembelajaran open ended problems sebagai berikut, sebelum memulai proses belajar mengajar, guru harus membuat Program Satuan Pelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan membuat pertanyaan Open Ended Problems.
Siswa menyimak guru yang memberikan motivasi bahwa yang akan dipelajari berkaitan atau bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari sehingga siswa penuh semangat dalam belajar.
Kemudian siswa menanggapi apersepsi yang dilakukan guru, supaya guru dapat mengetahui pengetahuan awal siswa mengenai konsep¬ yang akan dipelajari.
Pada kegiatan inti, yaitu pelaksanaan pembelajaran dengan Langkah-langkah sebagai berikut, siswa membentuk kelompok yang terdiri atas lima orang tiap kelompok. Siswa mendapatkan pertanyaan Open¬ Ended Problems mengenai penghitungan statistik dan penghitugan matematis.
Siswa berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing mengenai penyelesaian dari pertanyaan Open Ended Problems yang telah diberikan oleh guru. Setiap kelompok siswa melalui perwakilannya, mengemukakan pendapat atau solusi yang ditawarkan kelompoknya secara bergantian. Siswa atau kelompok kemudian menganalisis jawaban-jawaban yang telah dikemukakan, mana yang benar dan mana yang lebih efektif.
Pada kegiatan akhir, siswa menyimpulkan apa yang telah dipelajari. Kemudian kesimpulan tersebut disempurnakan oleh guru. Setelah berakhirnya KBM, siswa mendapatkan tugas perorangan atau ulangan harian yang berisi pertanyaan Open Ended Problems yang merupakan evaluasi yang diberikan oleh guru.
Metode pembelajaran Open Ended Problems ini mampu meningkatkan aktivitas pembelajaran peserta didik kelas IV SD Negeri 3 Cikakak Kabupaten Banyumas, pada muatan pelajaran Matematika materi statistik.
Hal itu tampak dari aktivitas peserta didik yang sangat antusias dan aktif dalam mengikuti pembelajaran. Kondisi tersebut ternyata mampu memberikan dampak positif terhadap nilai hasil pembelajaran yang lebih baik dari pembelajaran sebelumnya.(*)