Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesehatan

Imbauan IDAI Tak Gunakan Sirup Penurun Panas Anak, Ini Tanggapan Guru Besar Fakultas Farmasi UGM

Imbauan dari IDAI untuk tidak gunakan dahulu sirup parasetamol/drop untuk anak-anak.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Dokumen pribadi
Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Baru hari ini muncul edaran dan imbauan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk tidak menggunakan dahulu sirup parasetamol/drop untuk anak-anak.

Hal ini berkaitan dengan peningkatan kasus gagal ginjal akut baru-baru ini yang sampai mencapai 180an orang di seluruh Indonesia. 

Yah, bisa dipahami bahwa hal ini adalah untuk kehati-hatian, sambil menunggu hasil investigasi pihak-pihak yang berwenang mengenai keterkaitan kejadian Gagal ginjal akut dengan penggunaan sirup parasetamol. 

Ada beberapa hal yang ingin saya tanggapi.

1. Parasetamol sebagai obat demam dan nyeri masih aman jika digunakan sesuai dosis dan indikasi. Namun untuk saat ini, jika benar-benar diperlukan, disarankan tidak dalam bentuk sirup atau drop. Bisa digunakan dalam bentuk puyer maupun tablet meskipun pahit.

2. Parasetamol sukar larut dalam air, sehingga dibutuhkan bahan tambahan sebagai pelarut.
Yang sering digunakan adalah propilen glikol atau gliserin.

Propilen glikol maupun gliserin masih dimungkinkan mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) sampai batas tertentu yang dibolehkan.

Industri farmasi harus memastikan bahwa bahan bakunya minim atau bebas cemaran sebelum diformulasi.

EG dan DEG inilah yang diduga biang keroknya yg menyebabkan gagal ginjal akut jika terdapat di atas batas yang dibolehkan.

3. Ada perkembangan baru bahwa beberapa produk akhir dari sirup parasetamol diduga terindikasi mengandung EG atau DEG.

Namun hal ini belum tentu berada dalam kadar yang sampai menghasilkan efek toksin terhadap ginjal.

Pengukuran DEG dan EG dalam produk akhir juga tidak mudah karena sudah mengandung berbagai bahan lain, sehingga memerlukan metode analisis yang akurat dan sensitif.
Perlu dipastikan pemeriksaan secara lebih akurat.

4. Sebenarnya hubungan langsung antara kejadian gagal ginjal akut dengan konsumsi sirup parasetamol maupun yang lain masih misteri karena obat sirup parasetamol banyak yang sudah ada bertahun-tahun tanpa perubahan formula, dan digunakan aman-aman saja.

Tiba-tiba baru belakangan ini muncul gangguan ginjal akut, yang kok yang kebetulan berbarengan kejadiannya dengan Gambia.

5. Ada berbagai kemungkinan lain penyebab kejadian gagal ginjal akut, yang benar-benar perlu dicek pada pasien.

Misalnya jika benar terdeteksi ada ca oksalat di ginjal yang merupakan metabolit dari EG, perlu dicek juga asupan makanan pasien, karena asam oksalat juga bisa berasal dari makanan.
Ataukah mungkin karena infeksi tertentu seperti leptospirosis yang juga banyak muncul di musim hujan?

Namun demikian, untuk kehati-hatian, untuk sementara ikuti dulu saran dari lembaga-lembaga resmi yakni Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan lain sebagainya untuk menghindari bentuk sirup sampai diperoleh hasil yang lebih pasti.

Tetap jaga kesehatan anak-anak kita, makan sehat, istirahat cukup, lagi musim hujan jadi jaga jangan main-main terlalu ekstrim.

Bila anak mengalami demam, bisa gunakan kompres dulu, atau pakai parasetamol puyer atau bentuk-bentuk penurun panas lain.

Bila konsumsi puyer maupun tablet dirasa pahit, dapat tambahkan pemanis yang aman untuk anak. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved