Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi Setelah Suaminya Ditemukan Tergantung

Untuk mengelabui warga dan aparat, SA diduga melilit leher suaminya dengan tali jemuran sehingga terlihat seperti orang tewas gantung diri.

Nova
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, BIMA - Polisi menangkap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial SA di Desa Kuta, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wanita itu diringkus setelah diduga nekat membunuh suaminya bernama Junaidin (44).

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (17/10/2022) sekitar pukul 16.00 wita.

Baca juga: Pria Ini Rampok dan Aniaya Orangtuanya Sendiri, Sebut Korban Pelit Tak Mau Beri Modal Usaha

Untuk mengelabui warga dan aparat, SA diduga melilit leher suaminya dengan tali jemuran sehingga terlihat seperti orang yang tewas karena gantung diri.

Namun, warga mencurigai korban dibunuh oleh SA dengan cara dirancun karena mendapati kaki korban masih dalam posisi menyentuh lantai saat tergantung.

"Pada saat ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung menggunakan seutas tali.

Namun kaki korban menyentuh lantai, sehingga menimbulkan kecurigaan pihak keluarga bahwa korban telah dibunuh terlebih dahulu oleh istrinya," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Bima, Iptu Adib Widayaka dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (20/10/2022).

Adib menyampaikan, atas dugaan pembunuhan yang sempat menuai reaksi keluarga korban dan warga sekitar itu, SA langsung diamankan ke Mapolsek Parado untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Nanti perkembangan selanjutnya akan kita laporkan," ujarnya.

Menurut pengakuan awal SA, lanjut Adib Widayaka, peristiwa ini bermula dari cekcok mulut yang terjadi antara SA dan korban.

Dalam percekcokan itu korban marah sampai mengambil koper berisi pakaian istrinya lalu membanting dan membakarnya di halaman rumah.

Korban kemudian memotong tali jemuran dan masuk ke dalam kamarnya.

Sementara SA langsung menuju Kantor KUA Kecamatan Parado untuk menyampaikan keinginan bercerai dengan sang suami.

"Alasannya sang suami kerap memarahi dia," jelasnya.

 
Adib mengatakan, setelah kembali ke rumahnya, SA kemudian pergi jualan keliling.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved