Berita Banyumas

Balita 8 Bulan di Purwokerto Diduga Alami Gagal Ginjal Akut Misterius, Dinkes Lakukan Penelusuran

Seorang balita berusia delapan bulan di Purwokerto diduga mengalami gagal ginjal akut misterius

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Shutterstock/kompas.com
Paracetamol anak atau sirup yang mengandung dietilen glikol dan etilen glikol diduga menjadi penyebab ramai kasus gagal ginjal akut misterius pada anak-anak di Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Seorang balita berusia delapan bulan di Purwokerto diduga mengalami gagal ginjal akut misterius.

Laporan itu bermula ketika ada salah satu pasien balita di RSIA Bunda Arif yang mengaku mengalami keluhan lemas, demam, sering diare dan sering muntah.

Kemudian pada Senin (1/10/2022) sekira pukul 20.30 WIB pasien itu dirujuk ke RSUD Margono Soekarjo, dengan keluhan sama.

Pasien mengalami penurunan kesadaran dan dirawat di PICU dengan kondisi dehidrasi berat.

Baca juga: 71 Anak di Ibu Kota Terjangkit Gangguan Ginjal Akut, 40 di Antaranya Meninggal Dunia

Baca juga: Belum Ada Kasus Gagal Ginjal Akut di Kota Semarang, Ini Kebijakan yang Ditempuh Pemerintah Kota

Pada Selasa (2/10/2022) hasil pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan kenaikan Ureum lebih dari 5 kali normal, dan kreatinin lebih dari 1,5 kali nilai normal.

Pasien tersebut masuk kriteria Acute Kidney Injured.

Hingga pada Rabu (3/10/2022) dicoba dirujuk dan dialisis ke RS rujukan di Jogja namun sayangnya selalu penuh.

Pada Sabtu (8/10/2022) pasien itu meninggal di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto pukul 09.20 WIB. 

"Sampai saat ini di data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di Banyumas belum ditemukan ada kasus gagal ginjal akut atipik," ujar Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas dr Arif Sugiono kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (21/10/2022). 

Meski demikian, kata Arif, memang Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan adanya dugaan gagal ginjal akut misterius di Banyumas. 

"Sifatnya baru dugaan," terangnya.

Arif membenarkan memang ada seorang anak yang dirawat di RSUD Margono Soekarjo dengan gejala menyerupai gagal ginjal akut, pada awal Oktober ini.

Pasien anak tersebut juga menderita penyakit lain. 

"Ada sakit lain yang diderita, yang besar kemungkinan menjadi penyebab utama munculnya gejala mengarah dan menyerupai gagal ginjal akut," imbuhnya.

Namun untuk memastikannya, Dinkes masih melakukan penelusuran.

Adapun tindak lanjut yang dilakukan adalah melakukan penelusuran kasus ke Fasyankes yang menangani pasien.

Melakukan penyelidikan epidemiologi melibatkan puskesmas wilayah.

Melaporkan ke Dinas Kesehatan propinsi untuk tindak lanjut yg akan diambil, mengingat kejadian kasus sudah lebih dari 10 hari yang lalu, sebelum ada Edaran terkait GGAA dari Kemenkes.

Melihat perjalanan penyakit, ada kemungkinkan kenaikan ureum dan kreatinin diakibatkan kondisi dehidrasi berat yang dialami. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved