Berita Semarang
Rachman Was-was Anaknya Rutin Diberikan Paracetamol saat Sakit
Rachman mengaku, sangat was was terhadap kabar larangan peredaran obat sirup paracetamol anak.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Ayah satu anak, Rachman mengaku, sangat was was terhadap kabar larangan peredaran obat sirup paracetamol anak.
Warga Ngaliyan itu, takut obat itu berdampak buruk buat anaknya, apalagi dikabarkan obat bisa menyebabkan kasus gagal ginjal anak.
"Sebab anakku misal panas biasanya pakai sirup paracetamol," bebernya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (22/10/2022).
Terpisah, Ibu satu anak, Fina mengatakan, merasa khawatir juga sebab baru sebulan lalu anaknya yang masih berusia tiga bulan demam.
Waktu itu, anaknya masih diberi paracetamol.
"Demam biasanya dikasih paracetamol tapi kemarin dikasih puyer sama bidan, ya takut tapi semoga tidak apa-apa," tutur ibu muda itu.
Ibu satu anak, Nanik mengatakan, anaknya diminumi obat sirup menolak dan malah muntah, jadi ketika panas yang dilakukan hanya manual berupa mengompres dan mengurangi panas tubuh anak dengan memakaikan baju yang menyerap keringat dan tidak tebal.
Kendati demikian, ia merasa sangat was-was. Apalagi anaknya masih di bawah umur sehingga masih menolak adanya pemberian obat yg berupa tablet ataupun puyer.
"Sepertinya kami lebih memilih periksa ke dokter atau ahli kesehatan yg lebih faham terkait penyakit anak kami, daripada mencoba resep sendiri yg belum tentu baik dan benar untuk kesehatan anak kami," jelas warga Gunungpati itu.
Terpisah, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada Prof Dr Zullies Ikawati, Apt mengatakan, parasetamol sebagai obat demam dan nyeri masih aman jika digunakan sesuai dosis dan indikasi.
Namun untuk saat ini, jika benar-benar diperlukan, disarankan tidak dalam bentuk sirup.
"Bisa digunakan dalam bentuk puyer atau tablet," katanya seperti keterangan tertulis yang diterima Tribun.
Ia menjelaskan, Parasetamol sukar larut dalam air, sehingga dibutuhkan bahan tambahan sebagai pelarut.
Yang sering digunakan adalah propilen glikol atau gliserin.
Propilen glikol maupun glyserin masih dimungkinkan mengandung cemaran ETILEN GLIKOL (EG) dan DIETILEN GLIKOL (DEG) sampai batas tertentu yang dibolehkan.
Industri farmasi harus memastikan bahwa bahan bakunya minim atau bebas cemaran sebelum diformulasi.
"EG dan DEG inilah yang diduga biang keroknya yg menyebabkan gagal ginjal akut jika terdapat di atas batas yang dibolehkan," bebernya.
Ada perkembangan baru bahwa beberapa produk akhir dari sirup parasetamol diduga terindikasi mengandung EG atau DEG.
Namun hal ini belum tentu berada dalam kadar yang sampai menghasilkan efek toksis terhadap ginjal.
Pengukuran DEG dan EG dalam produk akhir juga tidak mudah karena sudah mengandung berbagai bahan lain, sehingga memerlukan metode analisis yang akurat dan sensitif.
"Apakah pemeriksaannya sudah akurat? Itu harus dipastikan," tuturnya.
Menurutnya, sebenarnya hubungan langsung antara kejadian Gagal ginjal akut dengan konsumsi sirup parasetamol (atau yg lain) masih misteri.
Sebab obat sirup parasetamol banyak yang sudah ada bertahun-tahun banyak yang sudah ada bertahun-tahun tanpa perubahan formula, dan digunakan aman-aman saja, kenapa tiba-tiba baru belakangan ini muncul gangguan ginjal akut.
"yang kok ya ndilalah hampir berbarengan kejadiannya dengan Gambia," ungkapnya.
Ada berbagai kemungkinan lain penyebab kejadian gagal ginjal akut, yang benar-benar perlu dicek pada pasien.
Misalnya jika benar terdeteksi ada ca oksalat di ginjal yang merupakan metabolit dari etilen glikol, perlu dicek juga asupan makanan pasien.
"karena asam oksalat juga bisa berasal dari makanan. Ataukah mungkin karena infeksi tertentu seperti leptospirosis yang juga banyak muncul di musim hujan?," paparnya.
Namun demikian, untuk kehati-hatian, untuk sementara ikuti dulu saran dari lembaga-lembaga resmi seperti BPOM, Kemenkes, asosiasi dokter, dan lainnya.
"Tetap jaga kesehatan anak-anak kita, makan sehat, istirahat cukup, lagi musim hujan jadi jaga jangan main2 terlalu ekstrim.
Kalau demam, bisa gunakan kompres dulu, atau pakai parasetamol puyer atau bentuk-bentuk lain. Jika pahit, bisa minta ditambahkan pemanis yg aman utk anak," tandasnya. (Iwn)
Baca juga: Kiat Saat Anaknya Panas di Tengah Larangan Pakai Sirup Paracetamol: Cukup Pakai Bawang Merah
Baca juga: Wapres KH Maruf Amin: Santri Harus Bisa Lakukan Perbaikan di Segala Bidang
Baca juga: Target Naikkan Kualitas SDM di 2024, Tuti Nusandari Roosdiono Sosialisasikan Germas
Baca juga: Mabuk, Pengendara Motor Kecelakaan Tabrak Pembatas Jalan lalu Terpental Kena Pohon, Tewas di TKP