Fokus
Fokus: Kekejian Manusia
SEPEKAN terakhir, dua kejahatan kejam terjadi di Semarang. Setelah pembunuhan bersimbah darah di sebuah hotel, muncul kasus ibu rumah tangga dibekap d
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: m nur huda
Tajuk Ditulis Oleh Tribun Jateng, Abduh Immanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - SEPEKAN terakhir, dua kejahatan kejam terjadi di Semarang. Setelah pembunuhan bersimbah darah di sebuah hotel, muncul kasus ibu rumah tangga dibekap di Sendangguwo hingga tewas.
Sungguh keji, sangat kejam. Tak hanya membuat bulu kuduk merinding dan bergidik. Kita juga bertanya-tanya, bagaimana kekejian dan kekejaman demikian bisa sampai terjadi? Mengapa pelaku begitu tega menghabisi nyawa korban secara sadis?
Kejahatan yang terjadi dalam kamar hotel di Semarang Utara bermotifkan kecemburuan pasangan. Ada bau anyir dari perselingkuhan berujung korban tewas ditusuk pisau lipat.
Polisi juga terus mendalami motif pembunuhan ibu muda di Sendangguwo. Kita berharap, kasus tersebut segera terungkap sehingga jelas duduk perkaranya.
Di media sosial, viral kehendak para penggunanya agar pelaku yang masih dalam pencarian dihukum seberat-beratnya. Terang diingatkan bahwa ada anak yang menjadi yatim, kehilangan ibunda ketika belum lagi beranjak dewasa.
Ada suami yang kehilangan istri, orangtua yang kehilangan putri dan menantu. Kepada para hamba hukum, kita berharap keadilan bisa tegak sekokoh-kokohnya.
Jelas terdapat keinginan orang awam agar putusan hakim mempertimbangkan perasaan keluarga korban. Begitu pula nanti saat sang pengadil mengetuk palu atas perkara pembunuhan pegawai negeri sipil Kota Semarang yang jasadnya dimutilasi dan dibakar.
Kasus ini ditengarai berkelindan dengan kasus korupsi, korban disebut-sebut merupakan saksi kunci penyimpangan di instansinya. Besar harapan kita perkaranya menjadi terang-benderang ketika pelaku tertangkap.
Keinginan publik agar para pelaku pembunuhan dihukum berat bukan tanpa alasan. Vonis yang ringan tak sebanding dengan kondisi keluarga korban yang kehilangan sosok tercinta.
Kasus pembunuhan kejam, bahkan terhadap teman, pasangan atau keluarga sendiri, belakangan ini kerap terdengar. Semakin membuat kita ingin tahu, bagaimana penjelasan dari kejahatan menghilangkan nyawa itu.
Mengapa kekejaman semakin sering, bahkan akhir-akhir ini secara faktual berturut-turut. Faktor ekonomi masuk akal jika menjadi salah satu penyebabnya.
Tetapi faktor itu saja tidak lagi memadai. Ada yang menyajikan analisis mengenai pengaruh efek demonstratif terhadap perilaku yang keji.
Bahwa para pelaku mempraktikkan apa yang mereka tonton atau baca. Sekali lagi, kita cenderung berpendapat tidaklah lengkap dan memadai mengenai opini maraknya kejahatan karena efek demonstratif pemberitaan dan tayangan.
Satu yang semakin terasa, kepekaan terhadap rasa kemanusiaan semakin tergerus. Bahkan terhadap kemanusiaannya sendiri atau anggota keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/abduh-imanulhaq-atau-aim-wartawan-tribun-jateng_20170825_072028.jpg)