Hotline Semarang
Bagaimana Upaya Pemkot Semarang Cegah Pernikahan Dini pada Anak?
Pertanyaan pembaca Tribunjateng.com yang dikirim ke redaksi melalui rubrik hotline.
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini pertanyaan pembaca Tribunjateng.com yang sudah dikirim ke redaksi melalui rubrik Hotline Semarang.
Pertanyaan itu dicarikan jawaban dari narasumber yang berkompeten menjawab.
Pertanyaan
Siang Tribun. Izin bertanya, bagaimana kiranya langkah Pemerintah Kota Semarang menanggulangi pernikahan dini? Saya sebagai anak muda resah melihat fenomena ini yang banyak terjadi pada teman-teman saya. Padahal usia mereka masih terbilang dini untuk persoalan menikah.
Pengirim: 08232388xxxx
Jawaban
Terima kasih. Saat ini kita memang terus berupaya mencegah pernikahan dini sebagai bentuk perlindungan anak melalui program menggratiskan pendidikan untuk PAUD, TK, SD, dan SMP.
Kita juga bekerjasama dengan sejumlah lembaga masyarakat termasuk Dinas Pendidikan. Selain membuka akses pendidikan gratis juga untuk memberikan edukasi risiko pernikahan dini.
Sebab, tingkat pendidikan pada anak akan berpengaruh pada pola pikir mereka. Bahkan bisa memberikan edukasi tentang dampak pernikahan dini
Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pernikahan-dini-nira_20150903_213834.jpg)