Berita Kudus
Ketua DPRD Kudus Minta Pembangunan Infrastruktur Harus Berkualitas
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan monitoring beberapa proyek pembangunan sarana fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
DPRD Kudus Monitoring Pembangunan Sarana Pendidikan dan Faskes
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus melakukan monitoring beberapa proyek pembangunan sarana fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Di antaranya adalah pembangunan gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi dan pembangunan ruang kelas di Sekolah Dasar (SD) 4 Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.
Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan mengatakan, monitoring sudah dilakukan bersama Komisi D dan pihak-pihak terkait.
Tujuannya untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kudus berjalan dengan baik.
Dia menyebut, sarana pendidikan dan fasilitas kesehatan bagian yang dibutuhkan masyarakat.
Sehingga harus dibangun dengan kualitas yang terbaik, agar pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal.
"Ada beberapa lokasi yang kami tinjau. Termasuk pembangunan di RSUD Loekmono Hadi Kudus, dan pembangunan lainnya," terangnya, Selasa (25/10/2022).
Masan menyatakan, monitoring ini bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap kebijakan dan arah pembangunan pemerintah daerah.
Dengan maksud agar masyarakat Kabupaten Kudus ke depannya bisa lebih sejahtera hasil pembangunan dan program-program yang dijalankan pemerintah daerah.
"Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, harus terlayani dengan sebaik mungkin," tegasnya. (ADV/SAM)
Komisi D Harap Progres Dipercepat
KOMISI D DPRD Kabupaten Kudus meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mempercepat sejumlah pembangunan infrastruktur, termasuk Instalasi Bedah Sentral (IBS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi dan SD 4 Prambatan Kidul.
Ketua Komisi D DPRD Kudus, Ali Ihsan melalui Sekretaris Komisi Ngateman mengatakan, pembangunan gedung IBS dan ruang kelas di SD 4 Prambatan Kidul merupakan suatu hal yang urgent.
Menurutnya, pekerjaan gedung IBS tiga lantai hingga pekan kemarin mencapai sekitar 30 persen, diharapkan bisa rampung maksimal 20 Desember.
Supaya, gedung penunjang pelayanan kesehatan tersebut bisa digunakan mulai awal 2023 mendatang.
"Kami sudah mengecek sejauh mana prosentase pembangunannya, dan seperti apa kualitas pembangunannya.
Pembangunan masih berjalan, untuk lantai 3 harus cepat ditutup atap karena sudah memasuki musim penghujan," ujarnya.
Ngateman menyebut, anggaran yang dikeluarkan untuk membangun gedung IBS cukup besar, meskipun baru sebatas sampai lantai tiga pada tahun ini.
Katanya, sarana penunjang layanan kesehatan ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena saat ini sudah memasuki penghujan yang rawan munculnya berbagai penyakit.
"Pembangunan gedung di RSUD ini harus dipercepat, banyak pasien membutuhkan.
Kabarnya sanggup diselesaikan maksimal 20 Desember, dan awal 2023 bisa dioperasikan," tuturnya.
Ruang Kelas SD
Selain itu, Ngateman menerangkan, pembangunan ruang kelas SD 4 di Prambatan Kidul tidak kalah penting.
Karena dua ruang kelas di sekolah tersebut rusak parah, sehingga siswanya terpaksa diungsikan menempati ruang perpustakaan dan ruang lainnya sementara waktu.
"Ruang kelas di SD 4 Prambatan Kidul ada yang roboh, pembangunan sudah berjalan, dan secepatnya harus selesai semua.
Kasihan anak-anak kalau tidak mendapatkan ruang kelas yang layak untuk pembelajaran," tegasnya.
Pihaknya berharap, dinas atau instansi terkait bisa melaksanakan pembangunan fisik sebaik mungkin, karena menyangkut keselamatan jiwa. (ADV/SAM)
Gedung IBS RSUD Dianggarkan Rp 58,4 Miliar
PROYEK Pembangunan Gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus saat ini masih dalam tahap konstruksi.
Gedung ini dibangun dengan alokasi anggaran mencapai Rp 58,4 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, dr Abdul Hakam menyampaikan, pada awalnya gedung IBS diproyeksikan setinggi enam lantai, namun saat ini baru bisa dikerjakan 3 lantai sesuai anggaran yang ada.
"Konstruksinya sebenarnya untuk enam lantai. Pada tahun anggaran ini, dilakukan pembangunan tiga lantai," ujarnya.
Abdul Hakam menyebut, dengan terbangunnya IBS ini, nantinya bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD.
"Lantai satu untuk sterilisasi alat medis, kemudian lantai dua untuk ruang operasi dan lantai tiga untuk ruang ICU (intensive care unit)," jelasnya. (ADV/SAM)
Rehab SD 4 Prambatan Kidul akan Rampung Awal Desember
KEPALA Disdikpora Kabupaten Kudus, Harjuna Widada melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), Anggun Nugroho mengatakan, rehab bangunan SD 4 Prambatan Kidul ditarget selesai awal Desember.
Menurutnya, paket pekerjaan dengan memperbaiki ruang kelas di SD 4 Prambatan Kidul masih berjalan, dengan anggaran senilai Rp 300 jutaan.
Dia berharap, perbaikan ruang kelas yang rusak terdampak bencana beberapa waktu lalu bisa segera selesai.
Supaya peserta didik di sekolah tersebut dapat belajar dengan nyaman kembali.
"Untuk pekerjaan rehab di SD 4 Prambatan Kidul ini masih berjalan.
Ada dua perbaikan sekolah yang masih berjalan, dan 7 paket perbaikan lain segera menyusul pada APBD Perubahan ini," terangnya.
Secara komulatif, Disdikpora Kabupaten Kudus menargetkan perbaikan sarana penunjang pembelajaran di 110 sekolah jenjang SD dan SMP pada 2022.
Sejauh ini sudah ada 101 paket pekerjaan yang terlaksana, menyisakan 9 paket pekerjaan yang ditarget selesai pada Desember nanti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TINJAU-PROYEK-PEMBANGUNAN-Ketua-DPRD-Kabupaten-Kudus-Masan-bersama-Komisi-D_1.jpg)