Berita Sukoharjo

Meriahnya Pawai Desa Trangsan, Perempuan Ini Pakai Kostum Berbahan Penjalin

Warga Desa Trangsan Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo antusias mengikuti Grebeg Penjalin

Penulis: khoirul muzaki | Editor: olies
Tribun Jateng/Khoirul Muzakki
Salah seorang warga mengenakan kostum berbahan penjalin saat kegiatan Pawai Penjalin di Desa Trangsan Kecamatan Gatak, Sukoharjo. 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Warga Desa Trangsan Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo antusias mengikuti Grebeg Penjalin. Selain ajang silaturahmi antarberbagai elemen masyarakat, kegiatan ini juga untuk lebih mengenalkan potensi berbasis kearifan lokal yang ada di Desa Trangsan. 

Selama ini, Desa Trangsan memang dikenal sebagai sentra kerajinan rotan. Sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai perajin rotan. Rotan atau dikenal juga dengan istilah penjalin didatangkan dari Kalimantan.  Oleh warga, bahan baku itu disulap menjadi aneka kerajinan, semisal meja dan kursi. 

Ketua Panitia Penyelenggara Grebeg Penjalin, Suryanto mengatakan, kegiatan ini merupakan event budaya sebagai wujud rasa syukur warga Desa Trangsan kepada Allah SWT yang telah menjadikan rotan/penjalin sebagai mata pencaharian.

“Grebeg Penjalin adalah sebuah kreasi untuk menumbuhkan semangat kerja dan daya cipta serta kreaivitas para pelaku industri mebel rotan di Desa Trangsan,” katanya, Jumat (28/10/2022) 

Baca juga: Ridwan Kamil Puji Infrastruktur Tata Kota Solo era Gibran

Baca juga: Dari Slank hingga Abah Lala, Ganjar Banjir Ucapan Ulang Tahun ke-54

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Warga Salatiga Bentangkan Merah Putih Sepanjang 1 Km

Saat pawai Grebeg Penjalin, warga mengarak aneka produk kerajinan berbahan rotan.  Warga juga mengarak beberapa miniatur kapal berbahan rotan, hingga replika kuda.  Bahkan kostum berbahan rotan ikut menghiasi tubuh perempuan yang ikut dalam karnaval itu. 

Menurut Suryanto, Grebeg Penjalin bertujuan untuk melahirkan even budaya kreatif hingga menjadi ikon budaya bagi kemajuan Desa Trangsan. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produksi mebel dan kerajinan rotan.

Menurutnya, upaya ini berguna sebagai sarana promosi untuk menciptakan pangsa pasar baru dari hasil-hasil produksi mebel rotan Desa Trangsan. Khususnya pasar domestik yang selama ini kurang tergarap dengan baik.

Acara yang digelar dari tanggal 27 - 30 Oktober ini diisi dengan berbagai kegiatan yang seru dan menarik.  Misalnya pawai, bazar UMKM dan pameran kerajinan rotan,  panggung seni dan budaya, talkshow hingga workshop pengembangan industri rotan dan pagelaran wayang kulit. 

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, mengapresiasi Grebeg Penjalin. Menurutnya kegiatan itu positif untuk mengenalkan mebel serta kerajinan rotan kepada masyarakat luas.

Selain ajang promosi, kegiatan itu diharapkannya mampu memupuk persatuan dan kesatuan para pedagang dan perajin rotan. 

“Saya berharap agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, dan bisa dikembangkan sebagai sebuah potensi wisata daerah," tandasnya. 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved