Otomotif

Mobil LCGC Kian Jadi Incaran Konsumen, Bisa Akses BBM Subsidi

Mobil LCGC semakin diminati masyarakat akhir-akhir ini. Hal itu antara lain terkait dengan kapasitas mesin yang kecil, sehingga tidak banyak menghabis

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
Stanly/Otomania
Toyota Agya LCGC - Mobil low cost green car (LCGC) semakin diminati masyarakat akhir-akhir ini. Hal itu antara lain terkait dengan kapasitas mesin yang kecil, sehingga tidak banyak menghabiskan bahan bakar minyak (BBM), sekaligus dapat mengakses BBM bersubsidi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mobil low cost green car (LCGC) semakin diminati masyarakat akhir-akhir ini. Hal itu antara lain terkait dengan kapasitas mesin yang kecil, sehingga tidak banyak menghabiskan bahan bakar minyak (BBM), sekaligus dapat mengakses BBM bersubsidi.

Di Astra Daihatsu Semarang misalnya, segmen mobil tersebut saat ini bahkan menjadi unit mobil dengan kontribusi terbesar kedua setelah mobil niaga atau pikap.

"(Penjualan paling banyak-Red) sampai hari ini memang mayoritas banyak di sektor LCGC, yaitu Ayla dan Sigra. Kontribusi paling besar masih pikap, kemudian LCGC Ayla dan Sigra itu. Kalau segmen menengah ke atas, Xenia," kata Kepala Cabang Astra Daihatsu Majapahit dan BSB Semarang, Dodi Indrianto, di sela event trade-in dan pengenalan showroom baru di BSB, akhir pekan lalu.

Menurut dia, tingginya minat konsumen terhadap mobil LCGC seiring dengan kenaikan harga BBM yang terjadi bulan lalu. Ia memperkirakan, kenaikan harga BBM tersebut menyebabkan sebagian konsumen beralih menggunakan mobil LCGC, karena dinilai lebih irit bahan bakar.

"Kami lihat orang kecenderungan ke situ (LCGC-Red), kami sebut down shifting. Jadi orang lebih rasional dan fungsional. Artinya, daripada saya menggunakan mobil dengan CC tinggi, kemudian ada CC lebih rendah untuk konsumsi bahan bakar lebih murah tadi, mereka beralih ke kapasitas mesin 1500 CC ke bawah, karena cukup efisien masalah harga, dan masih bisa minum BBM subsidi," terangnya.

Dodi menuturkan, di tengah kenaikan harga BBM tersebut ada unit mobil yang tidak diuntungkan. Namun, sebagian besar mobil Daihatsu diuntungkan, dengan unit-unit yang ditawarkan masih dalam kategori berhak menerima jatah BBM bersubsidi, karena kapasitas mesinnya di bawah 1500 CC.

"Terus terang kami agak diuntungkan dengan kebijakan pemerintah tersebut, karena Daihatsu bisa mengupdate semua. Tapi itu suatu kebijakan, pasti ada yang diuntungkan atau tidak," ungkapnya.
Belum signifikan

Terkait dengan pangsa pasar atau market share Daihatsu di Semarang, Dodi menyatakan, mengalami kenaikan 7 persen, dengan penjualan per September tumbuh 32 persen dibandingkan periode sama tahu lalu. Meski demikian, kenaikan itu dinilai belum signifikan.

"Kalau kondisi setelah Lebaran, sampai sekarang jujur saya belum melihat pertumbuhan yang signifikan. Memang kami tumbuh, tapi belum begitu langsung jumping. Mungkin salah satu faktor kenaikan BBM tadi, karena dampaknya tidak cuma ke harga BBM saja, tetapi komoditas lain," terangnya.

Di sisi lain, penjualan unit LCGC Honda juga tercatat memiliki banyak peminat. Sales and After Sales Director Honda Semarang Center, Sumantri mengatakan, LCGC Brio tercatat memiliki kontribusi terbesar dari seluruh penjualan unit mobil Honda.

"Paling banyak penjualan tipe Brio tipe LCGC, (kontribusi terhadap penjualan-Red) sekitar 45 persen. Kalau ditambah dengan Brio RS sampai 56 persen," katanya, di sela kegiatan All New BR-V Pop Park, Sabtu (29/10).

Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai, segmen mobil LCGC masih punya banyak peminat di Indonesia. Ini karena segmen mobil LCGC menawarkan harga yang cukup terjangkau ketimbang segmen mobil lainnya.

"LCGC masih banyak peminatnya, karena harganya terjangkau. Yang menjadi pilihan mobil-mobil dengan harga Rp 250 juta- Rp 300 juta ke bawah," ungkap Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto. (idy/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved