Berita Semarang
Lebih Modern, KONI Kota Semarang Absensi Menggunakan Teknologi Face Recognition
KONI Kota Semarang memperkenalkan sistem teknologi presensi pengenalan wajah.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - KONI Kota Semarang memperkenalkan sistem teknologi presensi pengenalan wajah (face recognition) sebagai salah satu langkah meningkatkan kontribusi dalam kepengurusan organisasi.
Absensi melalui otentifikasi wajah tersebut dilakukan lewat aplikasi Presensi KONI Semarang yang saat ini sudah dapat diinstal melalui google playstore. Teknologi tersebut meninggalkan cara absensi non digital atau manual yang selama ini diterapkan di kantor KONI Semarang.
Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara menjelaskan, terobosan yang dilakukan tersebut merupakan upaya pihaknya untuk lebih inovatif dan lebih memperbaharui sistem baik dari sisi administrasi ataupun dari sisi teknologi.
Beberapa waktu lalu, KONI Kota Semarang juga meraih sertifikasi ISO 9001.
Pengenalan aplikasi otentifikasi wajah ini dilakukan di sela kegiatan "Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Keolahragaan Dalam Rangka Menghadapi Porprov 2023 Menuju Kota Semarang Juara Umum” di Hotel Grasia, Rabu (2/11/2022).
"Hadirnya aplikasi ini agar teman-teman di kepengurusan KONI yang menjadi bagian pengabdian mereka terhadap olahraga, menjadi pelayan atlet di IOCO ini bisa (bekerja) lebih maksimal. keberadaan mereka di KONI ini bukan hanya sekedar plang nama, tapi benar-benar mereka disini harus bertanggung jawab sebagai pengurus," kata Arnaz.
Untuk area absen, harus dilakukan di radius 25 meter dari server yang terletak di Kantor KONI Kota Semarang.
Ia berharap, sistem baru absensi wajah ini semakin meningkatkan kedisiplinan para pengurus.
"Sistem teknologi ini bisa membuat kita mengecek data-data absensi mereka, kehadiran dan kontribusi mereka terhadap KONI dan kemajuan olahraga pada umumnya," ungkap Arnaz.
Arnaz yang juga Ketua Kadin Kota Semarang ini menegaskan bahwa teknologi ini baru pertama kali digunakan oleh KONI di seluruh Indonesia.
Ia optimistis penggunaan face recognition akan meningkatkan kinerja dan prestasi para atlet di Porprov 2023 mendatang.
“Dengan teknologi ini, kita harus semakin fokus mengelola keolahragaan di Kota Semarang demi mewujudkan target juara umum Porprov XVI 2023 di Pati Raya,” pungkas Arnaz.
Penggunaan teknologi ini juga menjadi yang pertama bagi seluruh kantor KONI di seluruh Indonesia.
Mulai November ini, setiap pengurus dan staf KONI wajib melakukan absensi menggunakan aplikasi ini.
Penggunaan teknologi pintar ini diperkenalkan oleh Waketum III KONI Kota Semarang Bidang Litbang dan Pulahta, Edy Winarno.
“Selama ini, para pengurus melakukan absen secara manual dengan membubuhkan tanda tangan di daftar hadir. Teknologi ini menggantikan absensi manual yang memungkinkan adanya kecurangan,” terangnya.
Dijelaskan, para pengurus dapat mengunduh aplikasi ini melalui PlayStore untuk Android.
Namun untuk sementara belum tersedia di App Store.
Usai mendaftarkan nomor handphone masing-masing, akan mendapatkan OTP (One Time Password).
Dengan memasukkan OTP, aplikasi tersebut sudah dapat digunakan.
“Caranya cukup meletakkan wajah di dalam box usai membuka aplikasi ini. Ini memang masih tahap ujicoba sehingga kami masih akan terus melakukan pembenahan dan evaluasi program,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-pengurus-koni1.jpg)