Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Ada Sejarah Semarang di Setiap Gigitan Kue Lapis Kukus Lawang Sewu

Pembeli kue Lapis Kukus Lawang Sewu disuguhkan cerita sejarah Kota Semarang.

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Agus Salim Irsyadullah
Visual cerita sejarah berat tempat di Kota Semarang yang tertera pada setiap kemasan kue Lapis Kukus Lawang Sewu Semarang di outlet ketiga di Jalan Setia Budi No. 91 Banyumanik Semarang pada Senin (7/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seperti kata pepatah ada banyak jalan menuju roma, hal itu pula yang tersaji dalam kue Lapis Kukus Lawang Sewu Semarang.

Satu di antara oleh-oleh khas Semarang ini, selain memiliki cita rasa manis nan menggiurkan juga kental akan nilai sejarah

Pembeli akan disuguhkan cerita sejarah Kota Semarang tanpa harus pergi ke museum untuk belajar sejarah. Melainkan bisa belajar sejarah dalam bentuk desain visual yang tertera di setiap kemasan kue.

Bahkan, antar varian rasa memiliki ragam cerita sejarah yang disajikan.

Dalam varian rasa Tiramisu, misalnya, yang menggambarkan tentang layanan publik di Kota Semarang berupa Stasiun Poncol dan Tawang, serta Terminal Mangkang.


Lalu, pada varian rasa original bercerita tentang makanan khas Semarang seperti Loenpia, Wingko Babat dan Tahu Gimbal.

Outlet ketiga Lapis Kukus Lawang Sewu Semarang di Jalan Setia Budi No. 91 Banyumanik Semarang pada Senin (7/11/2022).
Outlet ketiga Lapis Kukus Lawang Sewu Semarang di Jalan Setia Budi No. 91 Banyumanik Semarang pada Senin (7/11/2022). (Tribun Jateng/Agus Salim Irsyadullah)

Sementara, pada varian rasa Coco Pandan menggambarkan tempat bersejarah di Kota Semarang dalam Lawang Sewu, Grand Maerokoco serta Kota Lama.

Pada cita rasa Black Forest, ada kisah Istana Balekambang, Bundaran Air Mancur Pahlawan dan Pasar Bulu.

Selanjutnya, varian rasa Ketan Susu Kelapa menceritakan sejarah Semarang dari masa ke masa. 

Terakhir, cita rasa coklat menggambarkan kisah di balik pemberian nama Jalan Pandanaran, Jalan Gajah Mada dan Jalan Pahlawan.

Co-Founder Lapis Kukus Lawang Sewu, Tatang Dwi Ristantyo mengatakan inisiatif menampilkan cerita sejarah Semarang dilakukan dalam upaya memberi kesan kepada pembeli agar tak melupakan sejarah Semarang.

"Agar masyarakat yang membeli teringat dengan sejarah Semarang," katanya Senin (7/11/2022).

Masing-masing packaging yang mempunyai informasi dan sejarah kota Semarang ini, kata dia menjadi ciri khas Lapis Kukus Lawang Sewu yang tak dimiliki kulineran lain di Semarang.

"Ini membawa ciri khas informasi dan sejarah kota Semarang yang tidak didapatkan dari produk oleh-oleh lain," imbuhnya.

Adapun setiap gigitan dari kue Lapis Kukus Lawang Sewu akan terasa lebih lembut di lidah. 

Karyawan (kanan) memberi penjelasan kepada pengunjung tentang varian produk baru di outlet ketiga Lapis Kukus Lawang Sewu di Jalan Setia Budi No. 91 Semarang pada Senin (7/11/2022).
Karyawan (kanan) memberi penjelasan kepada pengunjung tentang varian produk baru di outlet ketiga Lapis Kukus Lawang Sewu di Jalan Setia Budi No. 91 Semarang pada Senin (7/11/2022). (Tribun Jateng/Agus Salim Irsyadullah)
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved