Berita Salatiga
Rutan Salatiga Berkomitmen untuk Zero Buta Huruf Bagi Warga Binaan
Rutan Salatiga kembali berkomitmen membebaskan warga binaan dari buta huruf Alquran.
Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Rumah Tahanan (Rutan) Negara Salatiga kembali berkomitmen untuk mengentaskan dan membebaskan warga binaan dari buta huruf Alquran.
Kegiatan ini digelar di Aula dan Selasar serbaguna Rutan Salatiga.
Kepala Rutan Salatiga, Andri Lesmano mengatakan bahwa Rutan Salatiga menggandeng berbagai pihak untuk memberikan pembinaan dan pendampingan pelajaran Iqro' hingga Alquran kepada para warga binaan.
Warga binaan yang membaca Iqro' ada 50 orang dan Alquran ada 50 orang.
“Kami menggandeng berbagai pihak untuk membebaskan warga binaan dari buta huruf Alquran,” kata Andri kepada Tribunjateng.com, Rabu (9/11/2022).
Menurutnya salah satu cara adalah membagi dan memberikan kelas khusus bagi warga binaan yang belum bisa sama sekali membaca Iqro’.
Untuk kelas khusus membaca Iqro' ini dilakukan di Masjid Rutan Salatiga.
Kemudian ada juga kelas bagi warga binaan yang sudah mulai mengenal Iqro ataupun Alquran dan kelas Alquran.
“Kami menggandeng guru dari Yayasan Hati Beriman, Owner singkong D9, Kementerian Agama dan penyuluh-penyuluhan keagamaan dari Kota Salatiga,”
Hal ini menjadi poin penting bahwa keberhasilan mewujudkan zero buta huruf dengan peranan penting baik dari petugas internal dan dukungan masyarakat.
Sementara itu, Pembina kegiatan, Toyib mengaku sangat mendukung program pembinaan di Rutan Salatiga.
“Dalam pembelajaran ini kami memberikan pembinaan belajar ilmu tajwid dan Iqro supaya mereka bisa membaca kitab suci Alquran dengan baik dan benar,” kata Toyib.
Toyib menambahkan pemanfaatan waktu di Rutan ini sangat positif sehingga para warga binaan ini membuang waktu sia-sia.
“Jadi para warga binaan tidak hanya ngelamun dan meratapi nasib saja, tetapi dengan pembinaan rohani ini dapat dimanfaatkan dengan hal yang positif,” jelasnya.
Belajar membaca Alquran ini menjadi poin penting saat para warga binaan bebas nanti.
"Dengan bekal keimanan dan ketakwaan sehingga menjadi kunci meminimalisir pengulangan tindak pidana bagi mereka," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-binaan-belajar-baca.jpg)