Produk Olahan Kakao RI Tembus Pasar 96 Negara
Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia sebagai negara pengolah produk kakao.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan produk olahan kakao Indonesia sudah diekspor ke 96 negara dengan nilai devisa ekspor mencapai Rp 15,5 triliun pada 2020 dan 2021.
Kemenperin mencatat, berdasarkan data International Cocoa Organization (ICCO) 2021-2022, Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia sebagai negara pengolah produk kakao. Selain itu, Indonesia berada di urutan keenam di dunia sebagai produsen biji kakao terbesar.
“Industri pengolahan kakao mampu menyumbang devisa hingga lebih dari 1 miliar dollar AS, atau setara Rp 15,5 triliun pada 2020 dan 2021 (kurs Rp 15.500 per dollar AS)," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemeperin, Putu Juli Ardika, dalam siaran resminya, Senin (14/11).
"Sementara itu, sebesar 85 persen atau 319.431 ton dari total volume produksi industri pengolahan kakao telah diekspor ke 96 negara, di antaranya ke Amerika Serikat, India, China, Estonia, dan Malaysia,” tambahnya.
Putu menuturkan, saat ini terdapat 11 industri pengolahan kakao sektor intermediate dengan kapasitas mencapai 739.250 ton/tahun. Selanjutnya, terdapat 900 industri pengolahan cokelat, dan 31 artisan cokelat (bean to bar).
“Saat ini, utilisasi industri pengolahan kakao berskala besar mencapai 54 persen. Pemerintah juga sedang mendorong berkembangnya para artisan yang berpotensi memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar lagi,” paparnya.
Dalam upaya pengembangan industri pengolahan kakao, Putu menyatakan, pemerintah fokus memacu hilirisasi melalui pemberian insentif tax allowance untuk industri pengolahan cokelat, baik investasi baru maupun perluasan.
Selain itu, pemerintah memberikan super deduction tax bagi industri yang berinvestasi untuk pengembangan SDM maupun R&D, serta mendorong dan memfasilitasi kemitraan antara industri pengolahan kakao dan kelompok tani.
“Pemerintah juga akan memberikan fasilitasi promosi bagi produk olahan kakao dari industri dalam negeri di berbagai ajang pameran tingkat internasional, baik yang diselenggarakan di Indonesia maupun luar negeri. Salah satunya adalah penyelanggaraan pameran SIAL Interfood 2022 yang turut mendukung Peringatan Hari Kakao Indonesia,” terangnya.
Peringatan Hari Kakao Indonesia merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun, dengan diisi berbagai agenda, seperti pameran produk kakao dan cokelat Indonesia, lomba biji kakao, kompetisi cokelat, dan talkshow kakao nasional. (Kompas.com/Elsa Catriana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/cokelat-murni-batang.jpg)