Pemilu 2024

Bawaslu Kota Tegal Ajak Masyarakat Berani Lapor Pelanggaran Pemilu, Bisa Lewat Aplikasi Sigap Lapor

Bawaslu Kota Tegal menggelar sosialisasi peraturan pengawasan penyelenggaraan Pemilu di Hotel Premier Tegal, Selasa (15/11/2022).

Fajar Bahruddin Achmad
Bawaslu Kota Tegal menggelar sosialisasi membahas Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2022 dan Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2022 di Hotel Premier Tegal, Selasa (15/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Bawaslu Kota Tegal menggelar sosialisasi peraturan pengawasan penyelenggaraan Pemilu di Hotel Premier Tegal, Selasa (15/11/2022).

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan masyarakat dan Panwascam Kota Tegal. 

Narasumber yang dihadirkan yaitu Ketua Bawaslu Jawa Tengah M Fajar Saka dan Dosen Fakultas Hukum UPS Tegal Hamidah Abdurrachman.

Ketua Bawaslu Kota Tegal, Akbar Kusharyanto mengatakan, sosialisasi kali ini menjelaskan Perbawaslu Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penanganan Temuan dan Laporan serta Perbawaslu Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administrasi Pemilu. 

Selain harus dipahami oleh internal, regulasi tersebut juga harus dipahami oleh masyarakat. 

"Jika merujuk pada pemilu sebelumnya, laporan dari masyarakat relatif sedikit. Karena itu kami ingin mengajak serta masyarakat untuk berani melapor," kata Akbar kepada tribunjateng.com.

Akbar menjelaskan, ajakan kepada masyarakat untuk berani melapor ini adalah bukti keseriusan Bawaslu Kota Tegal terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024, mendatang 

Ia berharap masyarakat bisa ikut andil untuk sama-sama mewujudkan pemilu yang bersih. 

Saat ini dalam pelaporan pelanggaran, masyarakat pun akan lebih dipermudah dengan adanya aplikasi Sigap Lapor.

"Untuk pelaporan saat ini lebih mudah dengan adanya penggunaan teknologi informasi. Bisa melalui aplikasi Sigap Lapor," ujarnya. 

Pada kesempatan itu, Ketua Bawaslu Jateng, M Fajar Saka berpesan, Panwascam yang baru dilantik untuk bisa mendampingi masyarakat agar terlibat aktif di dalam pengawasan Pemilu 2024.

Tidak hanya memberikan suara atau hak pilih. 

Tetapi agar bisa ikut mengawasi pemilu sehingga berjalan jujur dan adil.

"Harapannya ke depan, masyarakat juga bisa terlibat dalam proses pengawasan dan bisa membantu tugas-tugas Bawaslu dalam penanganan pelanggaran," ungkapnya.

Fajar mengatakan, Panwascam juga harus berani menangani pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh orang-orang yang dikenal. 

Misalkan pelanggaran itu dilakukan oleh teman baik. 

"Ternyata itu teman sendiri, mau tidak mau harus ditegakkan. Kita harus berani," tegasnya. (fba)

Baca juga: Peringatan Hari Pramuka se Jawa Tengah Tahun Depan di Sragen, Bupati Yuni Tambah Anggaran

Baca juga: Disnakertrans Jawa Tengah Lakukan Pendampingan di Desa  Desa Dampingan, Punggelan Banjarnegara

Baca juga: Disnakertrans Jawa Tengah Lakukan Pendampingan di Desa  Desa Dampingan, Punggelan Banjarnegara

Baca juga: Tingkat Pengganguran di Kota Semarang Tinggi, Begini Langkah Mbak Ita

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved