Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Jeritan Pemain Liga Satu, Carlos Fortes PSIS Semarang : Kami Mau Main Sepakbola

Bomber PSIS Semarang Carlos Fortes berharap kompetisi sepakbola nasional segera bergulir

ariel
Aksi Carlos Fortes dalam latihan tim di Stadion Citarum Semarang, Selasa (15/11/2022) - Ariel/Tribunjateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Bomber PSIS Semarang Carlos Fortes berharap kompetisi sepakbola nasional segera bergulir, terutama BRI Liga 1 2022/2023 yang terhenti sementara di pekan ke-10.

Penghentian sementara kompetisi imbas dari tragedi Kanjuruhan yang terjadi awal Oktober lalu.

Dampak dari tragedi tersebut bukan hanya membuat Liga 1 sementara dihentikan, namun juga Liga 2 dan Liga 3.

"Tolonglah pemerintah, kepolisan, federasi, atau siapapun. Kami mau main sepakbola!," ungkap Carlos Fortes saat ditemui di Stadion Citarum Semarang, Selasa (15/11/2022).

Fortes mengatakan, pihak-pihak terkait harus segera mengambil keputusan soal kompetisi.

"Mau lanjut atau berhenti. Main atau tidak main," tegas Fortes.

Saat ini, lebih dari satu bulan kompetisi terhenti, Carlos Fortes cs tetap melakukan rutinitas latihan secara normal.

Meski tetap berlatih, Fortes mengatakan hal ini tidak berpengaruh baik bagi para pemain.

'Karena mental buat saya cukup berat. Saya jauh dari keluarga saya di Portugal. Kalau tidak ada kompetisi, oke, saya bisa bersama anak-anak saya, latihan setiap hari, berlatih keras setiap hari, tapi tidak ada kompetisi. Ini tidak bagus," keluhnya.

Menurut Fortes, sudah saatnya sepakbola nasional kembali aktif pasca tragedi di Kanjuruhan.

"Dan sekarang kita tahu ini Berkaitan dengan politik, bukan lagi mengenai tragedi. Kita sangat berduka dengan kejadian di Malang, banyak korban jiwa, tapi sekarang kita harus melakukan sesuatu," ucapnya.

Pemain asal Portugal tersebut mengatakan, bergulirnya kompetisi Liga 1 juga memberi dampak positif bagi tim nasional Indonesia.

"Kita perlu mengambil langkah, bukan berhenti. Semua kompetisi di Asia, Thailand, Malaysia, dan dimanapun mereka tetap bermain, sementara Indonesia tidak melakukan apa-apa."

"Kalau Indonesia mau bersaing dengan Timnas lain, Timnas Malaysia, Thailand, atau apapun, kompetisi harus jalan. Anak-anak disini perlu bermain, kalau tidak ada kompetisi, tidak ada pengembangan sepakbola, kita akan ketinggalan," pungkasnya. (*)

Baca juga: Yusron Hana Kehilangan Motor Saat Servis, Pemilik Bengkel dan Pihak Leasing Enggan Tanggung Jawab

Baca juga: Ini 5 Artis yang Beli Rumah Tetangganya, Ada yang Borong 4 Sekaligus

Baca juga: Ada Gavi hingga Youssoufa Moukoko, Ini Pemain Termuda Piala Dunia 2022 yang Siap Unjuk Gigi

Baca juga: Truk Molen Terguling di Karangpandan Karanganyar

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved