Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

TKA China Tewas Tertimpa Reruntuhan Batu di Terowongan Proyek PLTA Batang Toru

TKA tersebut tertimpa reruntuhan batu saat melakukan pengeboran, untuk lubang peledak di terowongan proyek PLTA Batang Toru.

www.shutterstock.com
Ilustrasi kecelakaan kerja 

TRIBUNJATENG.COM, TAPANULI SELATAN - Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (10/11/2022) malam.

Seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China menjadi korban tewas.

TKA tersebut tertimpa reruntuhan batu saat melakukan pengeboran, untuk lubang peledak di terowongan proyek PLTA Batang Toru.

Baca juga: Siswa Magang Tewas Terjepit Mesin Press Triplek, Video Kecelakaan Kerja Sempat Tersebar

Korban diketahui bernama Wan Shui (35), TKA asal China yang bekerja untuk PT Sinohydro, kontraktor proyek pembangunan PLTA Batang Toru.

Korban meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit di Kota Padang Sidempuan.

Salah satu pintu masuk menuju area proyek pembangunan PLTA Batang Toru
Salah satu pintu masuk menuju area proyek pembangunan PLTA Batang Toru, di Desa Marancar, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Proyek PLTA Batang Toru kembali telan korban, 1 TKA china tewas, setelah tertimpa batu di terowongan, saat melakukan pengeboran lubang untuk peledakan, Kamis (10/11/2022) malam.

Kepala Polisi Resor Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Iya, memang benar ada.

Tapi kejadiannya sudah sekitar 4 atau 5 hari yang lalu (Kamis 10 November 2022).

Korban merupakan seorang tenaga kerja asing asal China," ungkap Imam, lewat sambungan telepon kepada kompas.com, Senin (14/11/2022) malam.

Imam menceritakan, sebelum peristiwa itu terjadi, korban bersama pekerja lainnya sedang melakukan pengeboran, untuk membuat lubang, yang akan dimasukkan dinamit alat peledak (dinamit), di terowongan.

"Mulanya mau membuat lubang untuk memasukkan dinamit, dan mengebor bagian terowongan.

Dan tiba-tiba terjadi runtuhan batu dan menimpa korban," ujar Kapolres.

Akibat kejadian itu, korban sempat mendapat perawatan di rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Jenazah dikremasi dan diserahkan ke perusahaan.

 
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni menjelaskan, setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa ke Kota Sibolga, untuk dilakukan kremasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved