Berita Banyumas

7 Rumah di Dekat Aliran Sungai Pelus Purwokerto Terancam Longsor, Warga Ingin Segera Ada Perbaikan

Setidaknya 7 rumah dekat aliran Sungai Pelus di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, terancam longsor

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Kondisi rumah dekat aliran Sungai Pelus di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, terancam longsor, Rabun(16/11/2022). Rumah-rumah tersebut berada dekat tebing yang dekat dengan sungai pelus. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Setidaknya 7 rumah dekat aliran Sungai Pelus di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, terancam longsor.

Rumah-rumah tersebut berada dekat tebing yang dekat dengan Sungai Pelus.

Kondisi tersebut membuat warga khususnya di RT 4 RW 2, Desa Dukuh Waluh merasa terancam dan ketar-ketir karena sewaktu-waktu dapat longsor.

Kekhawatiran terutama saat hujan deras karena kondisi tanah di desa tersebut yang labil.

Baca juga: Kecelakaan Maut Dua Sepeda Motor dengan Truk Tangki LPG Pertamina di Banyumas, Dua Orang Tewas

Baca juga: Pria Asal Sukoharjo Cabuli 4 Remaja Pria, Awalnya Diajak ke Kos, Terungkap Masa Lalu Saat Masih SD

Warga RT 4 RW 2, Desa Dukuhwaluh, Suhud mengatakan longsor sebenarnya sudah terjadi sejak setahun lalu.

"Sejak 19 September 2022 Bronjong di belakang mushala habis tergerus.

Sebelumnya jarak antara jalan dan pinggir tebing itu sekitar dua meter.

Tapi itu malah habis hampir separuh dan tidak bisa dilewati," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/11/2022).

Dari 7 bangunan yang terancam salah satu yang paling rawan longsor adalah Mushala warga.

"Sudah bilang ke dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS) dan siap menangani semua.

Harapannya segera berfungsi jalan seperti semula karena setiap hujan lebat pasti khawatir," katanya.

Ia menerangkan bahwa pinggiran Sungai Pelus memang sangat rawan longsor. 

Kejadian pada September lalu juga sudah menelan korban jiwa karena ada salah satu rumah yang abruk dan longsor ke sungai.

"Kondisi tanah sangat labil tanah gembur bukan tanah wadas," jelasnya. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved