Makan Siang Bareng Tim Koalisi Perubahan, Anies Tunjukkan Soliditas
pertemuan itu dalam rangka menunjukkan solidaritasnya bersama Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bakal calon presiden (capres) yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Anies Baswedan, menggelar pertemuan sekaligus makan siang bersama anggota partai politik yang tergabung dalam tim Koalisi Perubahan.
Makan siang Anies bersama Tim Koalisi Perubahan berlangsung di Rumah Makan Padang Pagi Sore di kawasan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan. Anies bersama beberapa tokoh partai menikmati jamuan nasi padang.
Pertemuan kecil itu dihadir beberapa tokoh partai seperti Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua DPP Demokrat Willy Aditya, dan Mahkamah Partai Nasdem Saur Hutabarat.
Kemudian Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Imam, Juru Bicara PKS Pipin Sopian, Ketua DPP PAN Widdi Aswindi, dan Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.
Anies mengatakan, pertemuan itu dalam rangka menunjukkan solidaritasnya bersama Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS.
"Kami ngobrol santai sebetulnya teman-teman. Ini cerminan soliditas dan kebersamaan kami, lebih banyak bertemu tanpa kelihatan kamera," ujarnya, usai menikmati santap siangnya.
Ia menegaskan, pertemuan itu rutin dilakukan, hanya saja tidak selalu mereka tampilkan ke publik. Hanya sesekali saja, termasuk satu di antaranya ialah pertemuan makan siang kemarin.
"Selalu rutin ketemuan. Kami ngirim pesan bahwa keutuhan tidak selamanya harus ditunjukkan. Sesekali ditunjukkan, nah ini ditunjukkan, dan ini untuk saling percaya, misi yang sama, untuk perubahan dan perbaikan," ujar eks Gubernur DKI itu.
Adapun, hingga kini Anies mengaku belum menentukan figur calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampinginya di pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Menurutnya, sejak pemilu demokratis berlangsung pada 2004, penentuan cawapres tidak dilakukan jauh sebelum pilpres berlangsung.
“(Pilpres) sudah berjalan 18 tahun ya, selama periode itu, bicara tentang pasangan (capres-cawapres) tidak ditentukan 1,5 tahun sebelumnya kan. Selalu ketika menjelang waktunya baru (ditentukan-Red),” ujarnya.
Mendekati akhir
Anies kemudian mengungkapkan dua alasan pasangan calon (paslon) capres-cawapres selalu ditentukan mendekati pendaftaran akhir pilpres. Pertama, posisi berbagai parpol dalam koalisi sudah solid.
“Kedua, kita tahu siapa saja yang berpotensi menjadi kompetitor. Dari situ kemudian ketemu kombinasi pasangan yang tepat,” jelasnya.
Dalam pandangannya, saat ini belum ada paslon capres-cawapres yang resmi bakal mengikuti kontestasi elektoral mendatang. Oleh karenanya, Anies merasa pembahasan figur cawapres terlalu dini dilakukan saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anies-gelar-pertemuan-dengan-koalisi-perubahan.jpg)