Berita Nasional

Pasukan TNI Berhari-hari Sembunyi di Hutan Mangrove untuk Amankan KTT G20

Sejumlah personel TNI ditempatkan untuk berkamuflase di balik semak-semak hutan mangrove yang berlokasi di Taman Hutan Raya Ngurah Rai di Denpasar.

Tribun Jateng/pi
Ilustrasi hutan mangrove 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sejumlah personel TNI ditempatkan untuk berkamuflase di balik semak-semak hutan mangrove yang berlokasi di Taman Hutan Raya Ngurah Rai di Denpasar, Bali.

Tempat tersebut merupakan salah satu venue yang masuk dalam ring 2 Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Presiden Joko Widodo, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, hingga Presiden Perancis Emmanuel Macron diketahui turut mendatangi lokasi ini di hari kedua G20.

Baca juga: Netizen Indonesia Serang Youtuber Inggris Mahyar Tousi Usai Hina Batik Bali yang Dipakai di G20

Di lokasi ini, aktivitas mereka pun terbilang berjalan lancar tanpa ada gangguan keamanan sedikit pun.

Kesuksesan tersebut tak lepas karena peran besar TNI dalam menerapkan proteksi berlapis di Taman Hutan Raya Ngurah Rai.

prajurit yang bersembunyi di balik semak-semak hutan mangrove
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berkomunikasi dari jarak jauh dengan para prajurit yang bersembunyi di balik semak-semak hutan mangrove di Taman Hutan Raya (Tahura) Mangrove, Bali. Mereka bersembunyi sebagai bagian dari kegiatan pengamanan kamuflase untuk G20. Diketahui, Tahura Mangrove menjadi tempat seluruh kepala negara G20 berjalan santai dan menanam bibit mangrove.(Presisi TV)

Dalam pelaksanan pengamanannya, Markas Besar TNI menugaskan sejumlah prajurit dari Kodam IX/Udayana untuk berkamuflase di tengah hutan mangrove yang berair.

Keberadaan pasukan “tak terlihat” ini diketahui oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ketika mengecek langsung persiapan personelnya menjelang menghadapi pelaksanaan G20.

Andika pun sempat bersapa dengan prajurit tersebut yang ternyata sudah berhari-hari berkamuflase.

Mulanya, Andika meminta salah satu prajuritnya yang berada di atas permukaan untuk meniupkan peluit yang menjadi kode panggilan untuk prajurit yang berkamuflase.

Kode tersebut pun dibalas oleh prajurit yang berkamuflase dengan beberapa kali tiupan peluit.

Tak lama, Andika pun mulai berinteraksi jarak jauh.

“Oke berapa orang?” tanya Andika kepada prajurit yang berkamuflase, dikutip dari Youtube Polri TV Radio, Kamis (17/11/2022).

“Siap, 10 orang,” jawab prajurit.

“Oke, coba hitung sampai 10,” perintah Andika.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved