Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Detik-detik Santri VN Tewas Dianiaya 3 Seniornya, Berawal dari Hal Sepele Ini

Pihak pengelola pesantren mengatakan saat ini ketiga senior yang menyiksa santri VN hingga menyebabkan meninggal dunia sedang diperiksa oleh polisi.

Tayang:
Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, KUNINGAN - Berikut kronologi detik-detik kematian santri VN dianiaya tiga seniornya.

Pihak pengelola pesantren mengatakan saat ini ketiga senior yang menyiksa santri VN hingga menyebabkan meninggal dunia sedang diperiksa oleh polisi.

Mereka juga dikeluarkan dari dari pesantren sehingga tidak tercatat lagi dari yayasan pendidikan.

Meninggalnya VN (15), santri salah satu pondok pesantren di Kecamatan Nusaherang, Kuningan, Jawa Barat, ternyata benar setelah disiksa oleh tiga santri senior atau kakak kelas.

"Adapun ke 3 pelaku terlibat dugaan penyiksaan itu berinisial AU (17), MD (17) dan MA (17), yang juga peserta didik di Madrasah Aliyah kami.

Ketiga murid itu, saat ini sedang menjalani proses hukum dengan pihak berwajib dan secara resmi sudah di keluarkan dari yayasan pendidikan," ujar pengasuh pondok pesantren K Jumhaer saat ditemui di lingkungan Ponpes di Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Baca juga: HOAKS, Jessica Iskandar Buka Donasi Buat Bayar Tunggakan Cicilan Rumah

Menurutnya, kejadian dugaan penyiksaan itu bermula dari candaan.

Santri yang tak terima dengan candaan korban melapor ke teman senior atau kakak kelas.

"Dari hal sepele, pada saat korban becanda terhadap teman kamarnya. Si teman ini gak terima dan langsung lapor ke senior hingga terjadi seperti begini.

Mungkin peristiwa ini musibah dan ujian bagi saya juga ya," kata Jumhaer lagi.

Saat kejadian berlangsung, kata Jumhaer, wali asrama atau petugas keamanan di lingkungan Ponpes tidak ada yang mengetahui.

"Korban sempat mengalami sesak. Teman korban bersama pengurus bergegas membawa korban ke klinik.

Sehubungan fasilitas medis tidak lengkap dan korban pun dibawa ke RS 45 hingga kabar duka terjadi," katanya.

Adanya kejadian tersebut, Jumhaer mengaku pada waktu malam tengah berada di rumah sakit di Kuningan. Keberadaan di lembaga medis itu, untuk menjaga kedua cucunya yang masuk dan harus mendapatkan perawatan medis secara intens.

"Ya, mengenai kejadian hingga ada santri meninggal. Saya sedang di rumah sakit Juanda. Sudah dua hari dua malam saya jaga cucu yang sedang dirawat," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved