Berita Sragen

Diduga Frustasi karena Sakit yang Diderita, Warga Gemolong Pilih Akhiri Hidupnya dengan Tali Dadung

Gimin (56) warga Dukuh Wates Kidul Gemolong mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Ist. Polres Sragen
Tim Polsek Gemolong ketika melakukan olah TKP di Dukuh Wates Kidul, RT 05/01, Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Selasa (22/11/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Gimin (56) warga Dukuh Wates Kidul, RT 05/01, Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Gimin menggantungkan diri di kayu blandar dapur yang terletak di belakang pintu tengah. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh anak korban.

Kasi Humas Polres Sragen Iptu Ari Pujiantoro mewakili Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama mengatakan korban saat itu tinggal bersama anak-anak korban.

Sebelumnya, sekira pukul 08.00 WIB, anak korban atau pelapor masih melihat sang ayah sedang tidur di depan televisi ruang tamu rumahnya selesai makan pagi.

Lantas sang anak pergi ke belakang rumah untuk memberi makan ternak kambingnya sedangkan anak korban atau saksi 1 yang lain masih tidur di dalam kamarnya.

Sekira pukul 09.00 WIB saksi 1 bangun tidur dan keluar kamarnya mendapati ayah kandung sudah dalam keadaan tergantung menggunakan tali dadung warna orange di dapur.

"Mendapati hal tersebut saksi 1 berteriak meminta tolong kepada warga sekitar dan teriakan meminta tolong tersebut didengar oleh pelapor yang berada di belakang rumah."

"Selanjutnya Pelapor bergegas menuju ke dalam rumah. Sesampainya di dalam rumah pelapor melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan mulut mengeluarkan busa," terang Ari.

Bersama saksi 1 dan pelapor, mereka menurunkan korban dengan cara mengendurkan jeratan tali yang melilit leher korban. Atas kejadian tersebut pelapor melaporkan ke Polsek Gemolong untuk ditindaklanjuti.

Iptu Ari mengatakan, dari hasil olah TKP serta pulbaket para saksi dan hasil pemeriksaan oleh dokter dari Puskesmas Gemolong dibantu bersama unit identifikasi Polres Sragen bahwa kondisi rahang korban sudah kaku.

Pada leher diketemukan bekas lilitan tali sedalam satu centi dengan lingkar sepanjang 34 centi, namun tidak di ketemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit gagal ginjal yang telah diderita selama kurang lebih enam bulan. Penyakit ini diduga membuat korban mengalami depresi dikarenakan sudah berobat tetapi tidak kunjung sembuh," kata Ari.

Pihak keluarga juga menjelaskan korban sebelumnya sudah pernah berusaha untuk melakukan upaya bunuh diri berkali-kali dengan cara gantung diri, namun dapat dicegah oleh keluarga. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved