Berita Jepara

Halaqah Kebangsaan Tandai Dimulainya Kongres Ulama Perempuan Indonesia II di Jepara

Halaqah kebangsaan menandai dimulainya Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: sujarwo
Dok. Panitia KUPI II
Penyelenggara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II melangsungkan konferensi pers, Kamis (24/11/2022). KUPI II ini dilaksanakan di Ponpes Hasyim Asy'ari, Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. 

TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Halaqah kebangsaan menandai dimulainya Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II di Ponpes Hasyim Asy'ari, di Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Kamos (24/11/2022).

Ada tiga halaqah yang masing-masing membahas tema yang berbeda.

Pertama, “Meneguhkan Peran Ulama Perempuan dalam Merawat dan Mengokohkan Persatuan Bangsa”.

Kedua, “Temu Tokoh Agama dalam Meneguhkan Peran Ulama Perempuan untuk Memperkuat Kebangsaan”.

Ketiga, “Merumuskan Strategi Bersama untuk Percepatan Pengesahan RUU PPRT”.

Penyelenggara KUPI II, Rosidin mengatakan, penyelenggaraam halaqah sebelum digelar pembukaan bertujuan untuk menangkap proses yang menjadi kelemahan dalam advokasi yang dilakukan ulama perempuan.

”Merefleksi 5 tahun ke belakang paska pelaksanaan KUPI I di Cirebon, KUPI berhasil mendorong disahkannya Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan peningkatan usia perkawinan anak,” ungkap Rosidin yang juga Direktur Fahmina Institute.

Dalam halaqah kali ini KUPI mengundang narasumber Ketua BPIP Yudian Wahyudi, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dan Kemenaker. 

Pihaknya juga merefleksikan advokasi PPRT yang sudah lama dilakukan sejak 2004, namun hingga saat ini belum disahkan. Lama proses pelaksanaan tersebut, ulama perempuan perlu merefleksi sejumlah titik lemah dalam advokasi.

Isu lainnya yang dibahas dalam halaqah adalah masalah kebangsaan yang mulai serius. 

Problem kebangsaan, saat ini menjadi isu serius yang menjadi tantangan Indonesia. Isu kebangsaan menjadi isu yang dibahas dalam KUPI II.

Terkait kebangsaan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjadi mitra strategis untuk isu kebangsaan dan ekstremisme, sehingga KUPI mampu mendorong komunitas di Ulama Perempuan. 

”Saat ini, KUPI memiliki sejumlah ulama perempuan di akar rumput hingga majelis taklim,” terangnya dalam rilis yang diterima tribunmuria.com.

Di tempat yang sama, perwakilan Jaringan GUSDURian Nasional, Suraji menjelaskan jika halaqoh ini menjadi ruang untuk memperkokoh peran tokoh agama dalam memperkuat kebangsaan kita. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved