Pembunuhan Berencana Brigadir J

Keluarga Brigadir J Pertanyakan Keberadaan Jaksa Erna Normawati, Tak Lagi Hadir di Persidangan

Jaksa Erna sempat menjadi sorotan publik karena sikapnya yang lugas dan tegas saat persidangan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
DOKUMENTASI Ilustrasi - Ayah dan ibunda Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak menjadi saksi sidang pembunuhan anaknya dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). Agenda persidangan pemeriksaan saksi-saksi. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Jaksa Erna Normawati menjadi sorotan sejak awal sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Namun, belakangan ini sosok jaksa yang dikenal tegas tersebut tak terlihat lagi.

Bahkan, pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak sempat mempertanyakan keberadaannya kepada hakim atau pihak Kejagung.

Ada rumor jika Jaksa Erna tak lagi digunakan atau dikeluarkan dari kasus tersebut.

Baca juga: Begitu Lihat TKP Penembakan Brigadir J, Bripka Danu Tahu Ada Kejanggalan, Apalagi Saat Jasad Dibalik

Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) angkat bicara soal ketidakhadiran jaksa Erna Normawati dalam persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dalam beberapa waktu terakhir.

Adapun Jaksa Erna sempat menjadi sorotan publik karena sikapnya yang lugas dan tegas saat persidangan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana menyampaikan, ketidakhadiran jaksa Erna belakangan ini karena ada tugas lain yang sedang dikawalnya.

Enggak ada pemindahtugasan."

"Dia lagi menangani perkara yang lain,” kata Ketut seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (24/11/2022).

Baca juga: AKBP Ridwan Terus Disuguhi Cerita Baku Tembak saat Olah TKP, Tegaskan Siapa Pembunuh Brigadir J

Ketut mengatakan, seorang jaksa penuntut umum (JPU) biasanya tidak hanya mengawal satu kasus persidangan.

Menurut dia, jaksa yang disiapkan untuk mengawal persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J ada banyak, yakni 74 jaksa.

“Jadi jaksa di sana pun juga tidak menangani satu dua perkara sekaligus dalam waktu bersamaan."

"Dia bisa menangani empat, lima perkara."

"Jadi mereka sementara dipakai untuk menyelesaikan perkara yang lain,” ujar Ketut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved