Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

Alasan Kenapa Kapolri Cari Ismail Bolong? Ternyata Ini Jawabannya

Kapolri Jendral Listyo Sigit menyebut pihaknya tengah mencari keberadaan Ismail Bolong, mantan anggota Polresta Samarinda

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Tangkapan layar video pengakuan Ismail Bolong terkait bisnis tambang ilegal miliknya. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kapolri Jendral Listyo Sigit menyebut pihaknya tengah mencari keberadaan Ismail Bolong, mantan anggota Polresta Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang diduga terlibat kasus dugaan suap tambang ilegal di Kaltim.

Mantan anggota polisi itu sebelumnya diketahui mengungkap ada aliran dana tambang ilegal ke pejabat Bareskrim Polri dan Polda Kaltim.

"Ismail Bolong ada tim yang mencari, baik (Polda) Kaltim maupun Mabes (Polri). Tunggu saja," kata Sigit, Sabtu (26/11).

Mantan Kabareskrim Polri itu menegaskan selain proses pencarian, kepolisian telah melayangkan surat panggilan kepada Ismail terkait dengan pengakuannya tersebut.

"Tentunya proses pencarian kan itu strategi dari kepolisian ada, panggilan ada juga," kata Sigit.

Kapolri menegaskan pihaknya akan mengungkap kasus dugaan suap tambang ilegal itu dengan meminta keterangan dari Ismail lebih dahulu.

Menurut Sigit, harus ada alat bukti yang ditemukan dulu ketika menelusuri dugaan pidana.

Diketahui, kasus tambang ilegal ini diduga melibatkan Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto dan mantan Kapolda Kalimantan Timur Irjen pol Rudolf Nahak.

"Tentunya kami mulai dari Ismail bolong dulu," kata Sigit.

Nantinya kata Sigit, akan dilakukan pemeriksaan terhadap Ismail Bolong hingga siapapun anggota yang diduga turut terlibat.

Sebab kata Sigit, untuk menentukan suatu menjadi tindak pidana harus terpenuhi beberapa alat bukti.

"Nanti dari sana lalu kita periksa. Karena kan kalau pidana harus ada alat buktinya," ucap dia.

Bareskrim Polri sebelumnya mengatakan akan memanggil Ismail Bolong terkait dugaan suap tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) yang menyeret beberapa anggota kepolisian.

"Kita melakukan pemanggilan dulu, ya," kata Dirtipiter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Ismanto saat dikonfirmasi, Jumat (25/11).

Pipit tidak menjelaskan kapan pemanggilan itu dilakukan. Dia juga belum bisa memastikan apakah Ismail akan langsung ditangkap atau tidak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved