Berita Semarang

Siswa SD Semarang Lihai Bercocok Tanam, Hasil Panen Buat Kas Kelas

Para pelajar SD Negeri  Wates 01, Ngaliyan, ternyata sudah lihai dalam penerapan urban farming.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
SD Negeri Wates 01 Ngaliyan
Kegiatan urban farming para pelajar SD Negeri Wates 01, Ngaliyan, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Para pelajar SD Negeri  Wates 01, Ngaliyan, ternyata sudah lihai dalam penerapan urban farming.

Mereka jago menanam beragam jenis tanaman sayuran melalui bermacam media tanam. 

Bahkan, mereka mampu menambah pundi-pundi kas kelas dari penjualan sayuran hasil urban farming.

"Iya, Kami lakukan urban farming di sekolah, hal ini sesuai semangat  dengan program merdeka belajar dan selaras dengan Pemkot Semarang yang bakal memasukan urban farming ke dalam kurikulum pembelajaran melalui muatan lokal," terang Ketua Pelaksana Urban Farming SD N Wates 1 Ngaliyan, Hijriyah kepada Tribun Jateng, Senin (28/11/2022).

Penerapan urban farming oleh pelajar SD N Wates 01 bermula saat ada alumni yang menyumbang pipa paralon.

Pipa tersebut lalu dibuat menjadi media tanam hidroponik yang berjalannya waktu kurang maksimal.

"Saya mengajar di SD N Wates 01 akhir Juli 2022, melihat hal itu saya lantas mengembangkan hidroponik sebab sarana dan prasarana sudah ada tinggal menjalankan," katanya.

Dalam pengembangan itu, tak hanya hidroponik saja yang dilakukan, penanaman dengan metode aquaponik juga dibuat karena ada kolam ikan di sekolah tersebut.

Tak hanya aquaponik, pengembangan media tanam seperti polybag, dan bertanam di tanah.

"Kami memang kembangkan media tanam yang beragam tujuannya supaya siswa ada gambaran hasil tanaman dari berbagai media tanam," ucap guru PAI tersebut.

Para siswa di SD negeri tersebut setiap kelasnya masing-masing memiliki petak kebun.

Para siswa bercocok tanam beragam jenis sayuran seperti lombok, kangkung, kacang panjang, pare, terong, timun, bayam, sawi, selada dan lainnya.

"Meskipun kurikulum merdeka  untuk tahun ini berlaku untuk kelas 1 dan kelas 4 tapi kami ajak seluruh siswa bertanam urban farming bersama sebab dari kelas 1 sampai kelas 6 punya petak kebun masing-masing," paparnya.

Ia menyebut, kebun setiap kelas sudah panen berulang kali. Hasil panennya bahkan sudah dijual.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved