Ekonomi

Kenaikan Harga Angkutan Udara Picu Inflasi Jateng November 2022

Kenaikan harga angkutan udara menjadi penyebab utama inflasi di Jawa Tengah bulan November 2022 yang sebesar 0,15 persen.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
centralfutures.com
Ilustrasi Inflasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kenaikan harga angkutan udara menjadi penyebab utama inflasi di Jawa Tengah bulan November 2022 yang sebesar 0,15 persen.

Tercatat, angkutan udara dalam hal ini memberikan kontribusi sebesar 0,0477 persen.

"Angkutan udara (memberikan andil memberikan andil besar) karena terjadi kenaikan 0,0477 persen.

Hal ini disebabkan memang November ada momen nasional, yaitu adanya pertemuan (Muktamar) Muhammadiyah. Pertemuan tersebut membawa hampir cukup banyak ribuan orang dari seluruh Indonesia baik melalui angkutan udara, darat, maupun laut.

Kita lihat November penerbangan ke Jakarta atau daerah lain cukup meningkat karena mulai beraktivitasnya masyarakat yang sudah tidak terkena pandemi," terang Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana saat rilis BPS Jateng secara virtual, Kamis (1/12/2022).

Sementara itu, Adhi melanjutkan, komoditas lain turut mendorong inflasi Jawa Tengah bulan lalu yakni telur ayam ras 0,0442 persen; minyak goreng 0,0323 persen; rokok kretek filter 0,0296 persen; dan tomat 0,0221 persen.

Sedangkan penyumbang deflasi yaitu cabai merah memberi kontribusi -0,1385 persen, cabai rawit -0,0423 persen, bahan bakar rumah tangga -0,0219 persen, tarif kendaraan roda 2 online -0,0114 persen, dan bawang putih -0,0095 persen.

"Cabai menjadi penyumbang deflasi ini karena sudah panen," tambahnya.

DAdhi menyebutkan, inflasi Jateng yang sebesar 0,15 persen bulan November sendiri tercatat Indeks Harga Konsumen (IHK)-nya sebesar 112,81.

Adhi mengatakan, angka inflasi di Jawa Tengah bulan lalu ini lebih tinggi dibandingkan nasional yang tercatat 0,09 persen.

Adapun inflasi tahun kalender 2022 mencapai 5,14 persen dan inflasi dari tahun ke tahun sebesar 5,81 persen.

"Inflasi tertinggi dari enam kota yang kami pantau, tertinggi terjadi di Purwokerto yang secara month to month sebesar 0,31 persen.

Diikuti Kota Tegal 0,21 persen; Cilacap 0,20 persen; Kota Kudus dan Semarang masing-masing sebesar 0,13 persen; dan terendah di Kota Surakarta sebesar 0,11 persen," jelasnya.

Adhi lebih lanjut menyebutkan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok rekreasi, olah raga, dan budaya sebesar 0,66 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,35 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,033 persen. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved